Iming - iming Nikahi, Oknum PNS Bejat Tega Setubuhi Siswinya Hingga Berulangkali

DETEKSI.co - Gunungsitoli, Tim personil Reskrim Polres Nias memaparkan terkait penangkapan salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS) berinisial SZ (40) membawa lari seorang pelajar siswi salah satu SMK di Kabupaten Nias Barat berinisial NHG, Padahal yang bersangkutan status beristri.

Pres Reilis di sampaikan secara langsung oleh Waka Polres Nias  Kompol Emanuel Harefa yang didampingi, KBO Sat Reskrim IPTU Sonifati Zalukhu,Kanit PPA Jones Zai dan Ps Paur Subbag Humas Polres Bripka Restu Gulo di PlresNias Jalan Melati Kota Gunungsitoli.

Waka Polres mengatakan adapun motif pelaku yakni mengimi-imingi korban NHG untuk di nikahi oleh tersangka. Kronologisnya pada tanggal 17 September 2017 seorang pelapor mendatangi Polsek Mandrehe an Elisona Gulo als Ama Ninir Gulo orang tua dari pada korban NHG membuat laporan di Polsek dengan Nomor : LP/25/IX/2017/NS-Ndehe Mandrehe,bahwa anaknya telah hilang dan tidak pulang ke rumah beberapa hari, setelah di selidiki korban NHG ,ternyata di bawa lari oleh SZ salah satu Pegawai Dinas Pendidikan dimana korban sedang melaksanakan PKL.

Semula, pada tanggal 16 september sekitar pkl 9.00 wib tersangka SZ menghubungi korban,lantas korban menurut dan tidak menaruh curiga sedikitpun,kemudian korban di bawah lari di Teluk Dalam oleh tersangka dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Kabupaten Nias Selatan dan menginap di salah satu hotel Harus Damai di Lagundri Nisel,tanpa seizin orang tua dari korban NHG digagahinya hanya modal iming - iming perawan gadis dibawah umur hilang.

Kemudian pada tanggal 17 September 2017, SZ mengajak korban ke Gunungsitoli dan melanjutkan menginap di Hotel Malaga,sampai tanggal 28 September 2017 selama itu juga keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri,setelah pelaku SZ puas melampiaskan hasratnya,pada tanggal 28 hari terakhir di Hotel Malaga korban ditinggal oleh pelaku di depan terminal Faekhu,dan korban di beri uang oleh SZ pelaku sebesar lima juta rupiah ( 5.000.000),saat itu juga korban menghubungi keluarganya dan setelah itu pihak keluarga menjemput korban di depan terminal faekhu.

Tanggal 4 Oktober 2017 pihak Polsek Mandrehe melimpahkan Kasus ini di Polres Nias yaitu di Satreskrim Polres dan tanggal 7 Oktober 2017 Sat Reskrim Polres Nias melakukan gelar perkara di adakan  sidik/lidik dan menerbitkan surat perintah penyidikan,dengan bukti yang di dapatkan oleh penyidik antara lain VER dari RSU,laporan dari orang tua,pakaian dalam,baju celana korban dan juga pengakuan korban AG.

10 Oktober 2017 Penyidik Reskrim Polres Nias melakukan gelar perkara dan menetapkan SZ sebagai tersangka,tanggal 12 Oktober terbit surat panggilan dan baru di hadiri oleh tersangka SZ pada tanggal 18 Oktober 2017,setelah melalui proses pemeriksaan oleh penyidik. akhirnya SZ di tetapkan sebagai tersangka dan sekaligus melakukan penahanan terhadap tersangka dalam kasus  pemerkosaan kepada anak di bawah umur.

Tersangka SZ di jerat pasal 81 Sub pasal 82 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 332 KUHP Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara,dari hasil wawancara beberapa media  tersangka mengaku tidak menyesali perbuatannya,dan semua yang di tuduhkan kepadanya tidak bisa di buktikan ucap SZ.( yas gul)
Share on Google Plus

About Deteksi CO

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191