Proses Persidangan Terus Berlanjut Tanpa Dihadiri Saksi Penadah di PN. Lubuk Pakam Kelas I-A

DETEKSI.co - Medan, Saksi yang sekaligus korban pencurian mencak mencak, ketika mendengar ada persidangan di PN. Lubuk Pakam Kelas I-A cabang Labuhan Deli, Rabu (26/8/2018). Agenda persidangan mendengar keterangan terdakwa tanpa dihadiri Wira selaku saksi (penadah).

Hal ini dikatakan saksi korban, " kecewa terhadap JPU Ernawati, SH, Seharusnya sidang hari ini diberitahukan Rabu (26/8/2018). Terus terang persidangan di PN. Lubuk Pakam Kelas I-A cabang Labuhan Deli berlanjut terus proses persidangannya tanpa dihadirkan Wira selaku penadah apakah hal ini tidak cacat hukum, tanya korban kepada wartawan.

Sebagai manusia biasa, " Saya hargai terdakwa sebagai abang, Namun pernyataannya dihadapan majelis hakim dengan mengakui katanya saya punya utang kepada dia, Pernyataan terdakwa tersebut jelas tidak benar, sebab sesuai BAP telah saya jelaskan bahwa tidak ada saya perintahkan terdakwa untuk menjual barang milik saya sendiri, Karena itulah keberatan dan melaporan pelaku di Polsek Medan Labuhan dan statusnya menjadi tersangka. Kalau dia terdakwa tidak salah kenapa ditangkap Polisi dan ditahan di Polsek Medan Labuhan selama beberapa minggu dan selanjutnya dia yang memohon penaguhan.

" Jangan akal - akalan, Naluri seorang hakim bisa mengetahui kebenaran dan saya sudah disumpah saat di minta keterangan oleh Hakim dan jaksa, Bukan sombong ya, Apa mungkin saya berutang kepada dia. Saya kok yang memberi dia upah (gaji), sekali lagi terdakwa jangan akal akalan," tegas Amen diseberang handphone.

Sementara amatan wartawan dipersidangan, Sidang dengan agenda mendengar keterangan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ernawati, SH mempertanyakan seputar barang bukti yang di curi oleh Ahuat yang duduk sebagai terdakwa, Kapan kejadian dan dimana kejadian terkait besi kapolding yang diambil dan apakah Tiamen mengetahui, " tanya Jaksa kepada terdakwa.

Lalu oleh terdakwa dihadapan majelis hakim menjawab, Saya dituduh mencuri padahal dia sendiri Tiamen selaku adek saya yang memerintahkan untuk jual barang tersebut. Barang tersebut sebanyak 130 Set dengan harga keseluruhan Rp.25Juta, saya ambil barang tersebut di pasar 9 gudangnya si tiamin bermaksud bayar utangnya.

Dan tidak sendiri saya mengambil barang tersebut, ada Lilik dan Martin mengetahui dengan jelas. Dan sebelumnya dia Amen pernah kerjasama dengan saya. Saya lakukan itu semua atas perintah Tiamin dan bukti sms ada saya simpan, katanya didepan hakim.

Lantas JPU kembali bertanya, Kenapa kamu dilaporkan kalau memang kamu di perintahkan korban, jawab terdakwa, " saya pun bingung bu jaksa ," kata terdakwa membela diri.

Pernahkah kamu lakukan upaya perdamaian, jawab terdakwa belum pernah bu Jaksa namun kalau dia mau berdamai dengan saya tentu saya terima, lalu JPU mengatakan kamu disini sebagai terdakwa harusnya bapak yang berusaha untuk berdamai dengan korban, kata JPU.

Saya jual barang besi Kapolding itu karena diperintahkan oleh Tiamen untuk bayar utangnya kepada saya sebesar Rp.16juta, bayar bibit jeruk Rp.6 juta dan dikurangi dengan ongkos mobil dan sisanya saya kembalikan ke korban, kata terdakwa menjawab pertanyaan JPU.

Karena sudah mendapat keterangan dari terdakwa, Lantas majelis hakim kembali bertanya kepada JPU apakah ada yang mau ditanyakan kepada terdakwa, jawab Ernawati tidak ada bu. Maka Majelis hakim menutup persidangan dengan mengatakan sidang ditunda dan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengar tuntutan dari JPU, kata majelis hakim. (Red)
Share on Google Plus

About Deteksi CO

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191