Antar OKP Bentrok di Kampung Agas, 3 Pria Diboyong ke Polsek Percut Tuan

Kapolsek Percut, Kompol Faidil SIK
DETEKSI.co - Medan, Malam mencekam terjadi lagi dikampung Agas yang tak lain berada dijalan Jalan H.Anif Kampung Agas Kecamatan Percut Sei Tuan Minggu (21/10/18) sekira  jam 22:00 WIB membuat warga yang disekitar tanah garapan ini tak bisa tiidur semalaman.

Awal terjadi Pertengkaran fisik hanya karena persoalan harga diri dan adu kuat serta menjaga pamor antara dua organisasi kepemudaan (OKP) dua huruf vc tiga huruf yang terlihat bentrok dengan menggunakan senjata tajam dilokasi garapan kampung Agas kec.percut sei tuan.

Diketahui di tkp bahwasanya akar permasalahan karena masalah adanya cat berlogo tiga huruf di tembok jembatan kampung Agas yang di timpa atau di ganti dengan log dua huruf, permasalahan ini memicu dua organisasi Pemuda ini pun nyaris bentrok fisik , dan informasi didapat Polsek Percut Sei Tuan langsung terjun ke lokasi untuk memonitor keadaan di tkp serta mengamankan tiga orang pemuda yang kedapatan membawa senjata kata tajam usai keributan tersebut.

Adapun dari data yang diketahui awak media bahwa ada diamankan, 3 pria diduga anggota okp 3 huruf yang terlibat kasus tsk pasal 351 dibawa ke mako polsek percut sei tuan diantaranya bernama, Nizam alias Ateng (40) warga jalan Jati Rejo dusun 25 Sampali, yang kedapatan membawa sebilah parang dan 10 anak panah , Budiono (42) warga sampali yang dari  tangannya didapatkan 10 anak panah dan Sutikno yang juga warga Jati Rejo sampali pada saat diamankan membawa sebilah Pisau Sangkur.

Dalam keterangannya kepada wartawan unit polsek percut Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SIK membenarkan kejadian ini Senin (22/10/2018).

"Ya, Benar telah kita amankan 3 orang pemuda atas nama Nizam, Budiono dan Sutikno yang kedapatan membawa senjata tajam dengan barang bukti satu bilah parang, satu bilah sangkur,satu tas berisi anak panah,satu unit sepeda motor KLX BK 4946 RAU warna hijau, 1 unit sepeda motor jenis Vega warna Merah BK 2211 ACC dan ketiganya diancam dengan undang-undang darurat no 12 tahun 1951 ancaman hukuman 5 penjara " Terang kompol Faidil Zikri.

Memang kemelutnya masih tanah garapan kampung Agas ini sudah perlu ditangani serius oleh pihak kepolisian karena sudah sering terjadi perang antar okp dan perang warga dengan okp dilokasi garapan eks hgu ptpn IX /PTPN 2 ini harapan warga sekitar hendaknyalah dibangun pos polisi disekitat lokasi jalan Hanif dekat kampung Agas ini Jelas Samsul  dengan penuh harap yang adalah warga sampali yang berjualan air kelapa disekitar jalan H.Hanif .(damos)

Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191