Pedagang Didepan UMSU Keberatan Digusur

DETEKSI.co - Medan, Pedagang Kaki Lima (PKL) didepan Fakultas Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Jl. Kapten Mucthar Basri No.3, Glugur Darat II, Kota Medan, Keberatan Digusur oleh Pihak Pemko Medan.

Hal ini dikatakan seorang pedagang Nasi Soto dan Ayam Penyet, Sri Khairani menuturkan kami pedagang didepan UMSU keberatan di gusur jika lapak dagangan kami itu di pergunakan pihak fakuktas UMSU, Kalau pengusuran demi pembangunan dan keindahan tata kota Medan kami tidak mempersoalkan.

" Lihat bang, pihak fakultas UMSU membangun tembok dan cor tiang beton di tanah Pemko Medan. Hal inilah yang kami maksud keberatan," keluh Sri kepada wartawan DETEKSI.co Rabu (24/10/2018) pukul 15:20 Wib.

Dengan mata berlinang Sri mengeluhkan nasib keluarganya kepada wartawan usai di gusur, " Hidup kami tergantung dari hasil jualan, Dengan digusur tanpa memberi solusi yang layak, jelas kami keolahan untuk mencari makan, lantas kepada siapa kami mengadu "keluh Sri selaku warga Jalan Ampera 8 Gg Suratman Kelurahan Glugur Darat 2 Kec Medan Timur.

Hal senada juga diungkapkan Mas'Ud, " Saya tidak keberatan di gusur demi keindahan Tata Kota Medan, Namun Pemerintah harus memberi solusi bagi kami untuk bisa bertahan hidup, dan berdagang kembali sekali kami disuruh membayar ke pihak Pemko Medan jelas kami pedagang tidak keberatan,"harapnya.

" Pak Wali kasih kami tempat, 20 tahun lamanya kami berjualan didepan UMSU kemana lagi kami cari makan," ucap suami dari Anisah Num warga jalan Musfapa Gg Delapan.

M.Rais selaku tokoh pemuda setempat dan dipercayakan pedagang untuk menjadi koordinator dari PKL didepan UMSU, Rais alias Taufik mengatakan penggusuran semacam ini tergolong tidak manusiwi, seharusnya solusi yang dicari demi kelangsungan hidup para pedagang. Nah Cara - cara beginilah malah menambah jumlah angka kemiskinan di Kota Medan.

" Diduga tanah Pemko Medan yang lapak pedagang selama ini dijadikan lahan bisnis. pihak UMSU melebarkan pagarnya ke tanah Pemko Medan, apa benar ya pak, silahkan wartawan bertanya kepada pengelolah Fakultas, saya melakukan pembelaan kepada masyarakat terzolimi." ketus M.Rais.

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Medan Timor, Sumbo Saing menuturkan pihaknya kecewa kalau pembangunan cor tiang dan pemasangan batu bata dilakukan pihak UMSU, Dan ini tidak sesuai dengan pernyataan lurah.

" Saya kecewa karena saya sendiri telah mengkonfirmasikan masalah ini ke Nurianto selaku Lurah Darat II, Kec Medan Timur, sekitar pukul 2 siang di kantornya jalan Ampera, Kata Nurianto, sesuai intruksi Wali Kota Medan bahwa kemacetam didepan UMSU disebabkan oleh pedagang. Dan atas dasar perintah dari walikota itu ditertibkan dan lahan tersebut dijadikan taman," ujar Sumbo Saing selaku Ketua FPI Medan Timur.

Terkait tudingan para pedagang kepada Fakuktas UMSU, wartawan mencoba meminta konfirmasi kepada Humas, Namun sesampai diruang Humas yang dimaksud, para staf yang ada diruangan berlantasi II mereka menuturkan pak Ribut sedang mengajar, dan ketika wartawan meminta tanggapan yang ada dikantor tersebut bermaksud supaya memberi penjelasan terkait tudingan para pedagang, terdengar semua yang ada dikantor menyarankan supaya pak Humas bernama Ribut yang memberi penjelasan kepada wartawan karena kami sini tidak mempunyai kapasitas memberi keterangan kepada wartawan.

Hingga turun berita ini, Humas UMSU tidak menjawab WhatsApp wartawan yang terkirim, kendati tanda centeng berwarna biru di nomor WA miliknya 08126055XXX bahwa tanda tersebut sudah dibaca namun tak dibalas oleh yang bersangkutan. (Dofu Gaho)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191