Ribuan Anak Hadiri Selebrasi 20 Tahun Komnas Perlindungan Anak

DETEKSI.co - Jakarta, Kurang lebih 1.200 anak-anak berasal dari berbagai latar belakang, usia dan asal sekolah menghadiri acara Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak bersama anak Indonesia yang diselenggarakan Minggu, 28 Oktober 2018 di Tamini Squate Jakarta Timur.

Turut hafir dalam acara Selebrasi Selebrasi 20 Tahun Komnas Perlindungan Anak bekerjasama Yayasan Istana Bocah Nusantara (IBN)  Sekjen Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko, Ketua LPA Maluku Utara, Ketua LPA KabupatenTangerang serta ribuan orangtua anak .

Acara Selebrasi 20 tahun keberadaan Komnas Perlindungan Anak yang selalu ada dan hadir untuk anak Indonesia mengusung tema Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap anak dibuka oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, diiawali dengan doa pembukaan yang disampaikan 5 anak berasal dari lima unsur agama yang pada intinya memohon kepada Tuhan pencipta langit beserta segala isinya, agar anak-anak Indonesia terhindar dari Narkoba, pornografi dan porno aksi serta dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penganiayaan, penelantaran, diskriminasi serta dijauhi dari perlakuan salah.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Bangun Pemuda Pemudi untuk sebuah perayaan Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober bersamaan dengan acara selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak.

Seluruh peserta selebrasi menyanyikannya secara khusus sebagai bentuk nasionalisme yang terus membara untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak  serta  menghindarkan anak-anak dari penanaman paham-paham radikalisme dan ujaran kebencian, intoleransi dan kekerasan.

Arist merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam sambutannya mengajak  partisipasi masyarakat untuk bersama-sama membangun solidaritas guna memutus mata rantai kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan terdekat anak seperti rumah, lingkungan sekolah dan ruang publik.

Arist Merdeka menjelaskan bahwa partisipasi semua anggota masyarakat harus dilakukan tembus batas seperti melibatkan para  alim ulama, tokoh lintas agama, pemerintah dan para pegiat-pegiat Perlindungan Anak, kalangan akademi dan kampus serta organisasi kepemudaan dan Karang Taruna sangat diperlukan dalam menghentikan segala bentuk penanaman paham radikalisme, ujaran kebencian, intoleransi serta segala bentuk kekerasan terhadap anak.  

Oleh sebab itu, merajut kembali toleransi dan perdamaian, menuju anak Indonesia hebat dan berbhineka akan menjadi tema utama untuk dibahas dalam sidang-sidang Komisi  Kongres Anak Indonesia (KAI) ke XV/2018 yang akan diselenggarakan dari tanggal 19-22 November 2018 di Kabupaten Belitung Timur.

Maya Agustin Ketua Yayasan Istana Bocah Nusantara (IBN) selaku kordinator acara menjelaskan bahwa Acara Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan hak partisipasinya dan hak anak untuk memanfaatkan  waktu luang dan budaya dengan menampilkan berbagai kreativitas anak.

Kepada media, Arist mejelaskan,  untuk memeriahkan Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada anak-anak menampilkan berbagai  talenta, bakat dan minatnya melalui aktivitas fashion show anak menggunakan bahan bahan daur ulang plastik yang mendapat antusias anak-anak dan pengunjung, parade drumband anak, penampilan tari saman, sendra tari dan bahkan parade 200 anak memainkan angklung mengiringi lagu-lagu anti kekerasan terhadap anak karya Arist Merdeka Sirait yang dinyanyikan oleh  4 anak berbakat seni (artis cilik)  yang sengaja datang dari Solo, Magelang, Bandung dan  Jakarta.

Parade 200 anak bermain angklung  mendapat sambutan luar biasa dari anak, para orangtua dan pengunjung Tamini Square. (Red)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191