Makan Uang Kuliah, Perampokan Berujung Pembunuhan PRT

DETEKSI.co - Medan, Dibalik aksi kejinya yang tega menghabisi nyawa Jenni boru Siringo-ringo (23) saat melakukan perampokan dikawasan Jalan Bunga Sedap Malam XV, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (25/11) malam, diketahui jika sang pelaku, Ricard Trumen Purba (26) nekat melakukan aksinya lantaran terdesak biaya kuliah sebesar Rp.5 juta. 

Hal itu terungkap saat Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Purba saat menggelar press rilis, Senin (26/11) sore.

"Jadi pengakuanya tersangka terdesak uang kuliah. Dimana sebelumnya orang tua tersangka sudah memberikan uang kuliah kepada tersangka, namun uang kuliahnya telah habis dibuat tersangka. Sehingga tersangka bingung mencari uang tersebut dan nekat melakukan perampokan," ungkap Yasir.

Dijelaskan Yasir, dalam melancarkan aksinya, tersangka terlebih dahulu datang ke rumah tempat korban bekerja sekitar jam 19.00 WIB dengan maksud meminta bantuan dalam acara Natal dan bertemu anak majikan korban yang bernama Rudi Purba yang merupakan tetangga tersangka sendiri.

"Saat membawa proposal, tersangka diberitahu anak majikannya jika orang tuanya tengah tak berada dirumah dan akan menginap disalah satu hotel. Sejak itu, niat jahat tersangka pun muncul untuk merampok rumah temannya itu," beber mantan Kapolsek Patumbak ini.

Lanjutnya, usai menyusun rencana, tersangka pun langsung mendatangi rumah korban sekitar pukul 03.30 WIB sembari membawa tas ransel dan pisau sangkur. Selanjutnya, tersangka memanjat tembok samping kediaman korban dan masuk melalui pintu samping.

"Sesampainya didalam rumah, tersangka terkejut mendengar suara korban dari kamar dekat garasi. Tersangka kalut dan langsung merangsek diam-diam menuju kamar korban dan menikam leher korban hingga tewas," terang Yasir sembari membantah isu yang berkembang bahwa korban tewas akibat tembakan air soft gun.

Selain itu, ketika mantan Kapolsek Medan Labuhan ini ditanya DETEKSI.co sebelum menghabisi nyawa korban, apakah tersangka ada melakukan pelecehan seksual kepada korban. "Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap tubuh maupun pakaian dalam korban, kita tidak ada menemukan bercak sperma di tubuh maupun di pakaian dalam korban, " terangnya.

Ditambahkannya, usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung mengambil harta benda didalam rumah tersebut berupa 1 buah jam, batu akik dan parfum.

"Semua barang curiannya dimasukkan tersangka ke dalam tas ransel yang sudah dipersiapkannya. Selanjutnya tersangka langsung kabur meninggalkan lokasi," tukas Yasir.

Saat disinggung bagaimana pihaknya bisa mengungkap dan menangkap tersangka, Yasir mengaku jika kartu ujian semester ganjil serta almamater tersangka tertinggal dilokasi.

"Jadi dari barang tersangka yang tetinggal dilokasi, kita mendapat petunjuk dan berhasil mengamankan tersangka. Namun lantaran melawan dan mencoba kabur, kita terpaksa memberi tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka," tegas Yasir.

Masih Yasir, dikatakannya juga jika pihaknya mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan tersangka saat beraksi, 1 buah jam tangan, 1 botol parfum, sepotong baju kaus dan celana milik tersangka dan 1 buah batu  bongkahan cincin.

"Tersangka kita jerat Pasal 340 subs 338 subs 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkas Yasir.

Sementara tersangka saat diwawancari mengaku jika dirinya nekat beraksi lantaran mengetahui rumah dalam keadaan kosong.

"Aku butuh uang untuk bayar uang kuliah bang, makanya aku nekat. Dan aku berani pun karena anak majikannya bilang sama aku rumah kosong, makanya aku nekat aja," ucap pria yang merupakan Honorer Trantib di Kecamatan Medan Selayang ini.(ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191