Sarang Ngumpul Anak Dibawah Umur, Team Pegasus Patumbak Razia Warnet

DETEKSI.co - Medan, Menanggapi Laporan masyarakat akan hal resahnya para orangtua terhadap anak-anaknya yang selalu berkeliaran di Warnet, Oleh Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK memerintahkan untuk segera di razia Warnet yang dianggap sarang anak anak dibawah umur.

Tidak tanggung - tanggung Kapolsek Patumbak didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak, SH bersama Team Pagasus Patumbak, melakukan razia sejumlah warung internet (Warnet) Rabu (31/10/2018) sekira Jam 23.30 Wib malam jelang pagi.

Sasaran razia kali ini adalah warnet Magnet Gaming  milik Heriandi Saragih yang ada di Jalan SM.Raja  dan warnet Biz Net  milik Rahmad  di Jalan Panglima Denai.No 206  kec.Medan Amplas.

Giat Razia ini bertujuan untuk menertibkan pemilik usaha warnet  yang masih membolehkan anak-anak dibawah umur bermain internet hingga larut malam, membuat orang tuanya resah dan takut kalau anak-anaknya melakukan hal yang terlarang diwarnet "Jelas Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SH.SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SH MH saat Giat razia berlangsung

Ditambahkan Budi, razia yang digelar sebagai upaya untuk menekan angka tindak kriminalisme dan aksi premamisme. Menurutnya, beberapa pengalaman pelaku curanmor, jambret maupun pelaku begal setelah melakukan aksinya selalu ngumpul bermain warnet saat menikmati hasil kejahatannya.

Jadi untuk menekan angka kriminalitas, khususnya premanisme maka kita menggelar razia malam di setiap tempat dianggap rawan, salah satunya adalah warung internet yang di duga selalu dijadikan tempat duduk dan berkumpul para premanisme, pelaku curanmor, jamret maupun pelaku begal setelah melakukan aksinya selalu ngumpul bermain warnet menikmati hasil kejahatannya,tandasnya.

Pada kedua warnet yang dirazia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan pada setiap pengunjung yang dicurigai, maupun komputer disetiap KBU. Namun tidak menemukan target yang dicari yakni seperti narkoba, materi pornografi atau film syur, situs permainan judi online yang tersimpan di dalam komputer yang ada diwarnet.

"Untuk menemukan materi pornografi atau film syur dan situs permainan judi online, awalnya, kita mencari dengan metode konvensional menggunakan fitur search, file tidak muncul. Lalu petugas pun terpaksa mencari dengan cara manual, tapi filenya juga tidak ditemukan,"terang Budiman.

" Razia kali ini tidak ada ditemukan anak-anak dibawah umur kedapatan bermain warnet hingga hingga larut malam seperi yang dikeluhan warga atau orang tua,"ungkapnya.

Menurutnya, melalui internet dan jaringan media sosial kemungkinan besar bisa timbul kasus kejahatan seperti perjudian, ketagihan melihat situs film syur, dan terkena Undang-undang TI, itulah yang selalu terjadi selama ini di warnet. Maka wajar banyak keluhan warga dan org tua, apa lagi warnet itu buka 24 jam sampai anak-anak tak ingat pulang kerumahnya hingga larut malam.

Budiman juga menuturkan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menghimbau para pemilik warnet dan juga akan disurati untuk diberikan peringatan, agar tidak membolehkan anak-anak dibawah umur bermain warnet saat  berpakaian sekolah.

Lanjutnya ia juga menghimbau agar pengusaha warnet melangkapi kamera pengintai CCTV ditempat parkir sepeda motor pengunjung karna menurutnya tak sedikit terjadi kasus pencurian sepeda motor (kereta) di tempat parkir warnet.

"Kami juga mengingatkan kepada pengelolah warnet agar tidak memberikan izin pada anak-anak dibawah umur untuk bermain warnet, selain itu kita juga meminta  agar membatasi jam operasinya dan tidak membuka warnet selama 24 Jam, "pungkas Budiman mengakhiri keterangannya.(damos)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191