Tingkatkan Ekonomi Warga Desa, BI Kembangkan Pariwisata & Pertanian di Gapiton

Kelompok Tani Gapiton
DETEKSI.co - Tobasa, Nasib ribuan warga yang tinggal di pulau terpencil tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Pembangunan infrastruktur terus terabaikan, dan ekonomi rakyat tetap terpuruk melihat kondisi itu Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara merasa terpanggil guna melakukan pengembangan ekonomi daerah dalam sektor pertanian dan pariwisata Danau Toba.

Melihat kondisi pertanian dan pesona wisata yang belum dikelola dengan baik di beberapa Desa yang terdapat di kawasan pingiran Danau Toba yang berpotensi untuk dikembangkan untuk menjadi sumber ekonomi oleh karna itu BI bekerjasama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) di Desa Gapiton dengan melakukan penanaman demplot bawang merah di Desa Sigapiton, Tobasa, pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Walaupun jarak tempuh dari Kota Balige menuju Desa Gapiton memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan menumpangi kapal kayu tidak menyurutkan niat BI Sumut membelah perairan Danau Toba demi melakukan pengembangan ekonomi daerah bagi masyarakat di Desa Gapiton, atas dasar itulah BI terinspirasi untuk melakukan trobosan dengan cara penanaman demplot bawang merah diatas lahan 2,5 Ha.

Setibanya di Desa Gapiton, rombongan Bank Indonesia langsung disambut baik oleh masyarakat di Desa Gapiton dan Kelompok Tani binaan Bank Indonesia.

Dalam kunjungannya BI memberikan bibit bawang brebes sebanyak 2,5 ton bagi dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Gapiton yakni Kelompok Tani Golat Sungsang yang di ketuai oleh Ojak Sirait dengan jumlah anggota berkisar 60 orang dan Kelompok Tani Golat Butar yang diketuai oleh Hasian Simaremare yang beranggotakan 62 orang.

Demikian dikatakan Kepala Departemen Regional I, Suhaedi luas lahan yang ditanami bawang totalnya 2,5 Ha terdiri dari 1 Ha utk demplot percontohan, 1.5 Ha lg lahan masyarakat.

"Kepada kedua Gapoktan itu kita memberikan bantuan bibit bawang brebes sebanyak 2,5 ton yang terdiri dari 3 varietas,bauji, tajuk, dan super philip," ujar Suhaedi.

Selain memberikan bantuan 2,5 ton bibit bawang merah kepada masing-masing kelompok tani BI juga diberikan bantuan berupa 1 buah motor roda 3 VIAR dan 1 buah hand tractor guna menunjang produktifitas masing-masing kelompok tani tersebut.

Menurut Suhaedi pariwisata menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dia menungkapkan ada tiga hal perlu disikapi yakni mengantungkan ekonomi pada sektor ekspor komoditas, sektor pariwisata dan penyerapan tenaga kerja.

"Pertama kita tidak bisa lagi menggantungkan pada ekspor komoditas, terutama yang memberikan nilai tambah yang rendah, ditengah perbaikan ekonomi global yang masih lambat. Kedua, sektor pariwisata memiliki keterkaitan antar sektor yang kuat sehingga pengembangan sektor ini memberikan dampak yang besar dan cepat, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja dan ketiga, tren masyarakat yang saat ini memilih berwisata dan berbelanja, karena didukung oleh penetrasi teknologi yang cepat serta masuknya era sharing economy dimana akses informasi dan transaksi begitu cepat dan mudah. Di sisi lain, komposisi penduduk usia muda yang mendominasi struktur generasi Indonesia serta pendapatan yang semakin meningkat juga berpeluang mendorong industri pariwisata untuk terus bertumbuh," Suhaedi, disela-sela penandatanganan kerjasama pengembangan ekonomi di kawasan Danau Toba yang laksanakan di Desa Sigapiton, Tobasa, Jumat (16/11/2018) lalu.

Suhaedi menyebutkan, Bank Indonesia ikut berkontribusi Nyata mendukung sektor pariwisata ke depan melalui penguatan 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) dan 2 P (Promosi dan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha).

"Dari beberapa capaian tersebut menguatkan fakta bahwa sektor pariwisata berpotensi dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan baru," paparnya.

Meski demikian, pengembangan destinasi pariwisata toba masih menghadapi berbagai hambatan. Secara garis besar, kondisi akses, atraksi, dan amenitas KSPN Danau Toba masih perlu dioptimalkan dari sisi SDM. Sementara dari data Trip Advisor tercatata ada hal-hal yang perlu diperbaiki mulai dari pengelolaan lingkungan pariwisata yang belum dilakukan dengan pelayanan standar, masalah kebersihan yang menjadi perhatian wisatawan, hingga ketersediaan fasilitas umum dan jasa pendukung di area wisata yang dinilai belum memadai," bebernya.

Tambahnya, BI berkomitmen untuk menjadi bagian dalam pengembangan destinasi kawasan pariwisata Toba ke depan. Sebagai wujud komitmen tersebut, Bank Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Pengembangan Ekonomi di kawasan Danau Toba dengan BPODT serta penandatanganan perjanjian kerjasama tentang Kerjasama Pengembangan Ekonomi Daerah dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.

Tak terlepas, dalam rangka penguatan promosi, BI juga bekerjasama dengan PT. Hagatekno Mediata Indonesia melaksanakan pelatihan kepada pelaku industri pariwisata khususnya pelaku usaha, blogger, vlogger/influencer serta seluruh pihak terkait agar dapat menciptakan konten kreatif melalui platform digital Toba Smile.

Pelatihan akan diberikan kepada 400 orang peserta dan dilaksanakan dalam 3 seri yaitu seri yaitu Seri Tuktuk-Samosir, Seri Balige, dan Seri Kota Medan. Lalu memperkuat layanan sistem pembayaran, Bank Indonesia bekerjasama dengan 4 bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA. 4 bank itu akan memberikan fasilitas EDC kepada 20 merchant di area wisata Danau Toba.

"Untuk itu, kami berharap sinergitas antar lembaga, instansi pemerintah, institusi perbankan serta Badan Otoritas Danau Toba dapat terus diperkuat," harap Suhaedi.(ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191