Komisi E DPRD Sumut : Kinerja Disdik Provsu Dinilai Buruk

Kantor Dinas Pendidikan Sumut
DETEKSI.co - Medan, Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ( Kadisdik Provsu), Arsyad Lubis, beserta jajarannya dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provsu buruk. Penilaian ini didasarkan pada, jarangnya Arsyad hadir di kantor yang berakibat lambannya pengurusan bersifat administratif di dinas yang mengurusi pendidikan di Sumatera Utara (Sumut).

Pernyataan ini dilontarkan Sekretaris Komisi E DPRD Provsu, Darmawansah Sembiring, SE kepada media di Medan, Rabu (12/12/2018). Politisi muda Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumut ini menyebutkan bahwa Arsyad kerap kali mengaku ikut dalam perjalanan kerja Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, ke beberapa daerah.

"Padahal, kunjungan Pak Gubsu itu terkadang tidak ada kaitannya dengan dinas yang dipimpinnya", jelas Darmawansah. 

Darmawansah yang maju kembali menjadi Calon Legislatif (Caleg) PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama yakni Sumut 3 meliputi wilayah Kabupaten Deli Serdang, menengarai bahwa Arsyad burusaha "cari muka" kepada Gubsu, Edy Rahmayadi, demi mendapatkan posisi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

"Bayangkan saja, dalam beberapa kali rapat yang kita buat di komisi terkait masalah pendidikan, Arsyad maupun Sektetarisnya, tidak hadir. Dari stafnya yang hadir, disebutkan bahwa Pak Arsyad sedang mengikuti kunjungan kerja bersama Bapak Gubsu. Padahal, keterangan beliau itu sangat dibutuhkan oleh dewan yang ada di komisi yang membidangi masalah kesejahteraan ini", kesalnya.

Dari informasi yang diperoleh, ujarnya, Arsyad sering membawa dan mengerjakan berkas di luar kantor. Dia menguraikan bahwa ketika Arsyad masuk ke kantor pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, yang bersangkutan hanya beberapa saat berada di ruangannya untuk kemudian berangkat keluar kantor. Dan acapkali, kalau ada yang masih diperlukan, Arsyad menyuruh stafnya untuk membawa keperluannya di tempat yang telah diberitahukannya. 

"Selain Arsyad, Sekretarisnya, Rivai Tanjung, dan juga Kepala Bidang SMA, Hamida Pasaribu, juga sulit ditemui di ruang kerjanya. Informasi ini kita dapat dari orang atau pihak yang berurusan dengan mereka, seperti guru dan kepala sekolah. Informasi itu menyebutkan bahwa mereka itu sering tugas luar. Dan ketika dihubungi, hp-nya juga sering tidak aktif. Kalaupun aktif, terkadang tidak dijawab", bebernya.

Ia menilai, sikap dan perilaku Arsyad dan jajarannya, sangat berdampak buruk dalam hal pelayanan kepada pihak yang berhubungan dengan Disdik Provsu. Untuk itu, imbuhnya, Pemprovsu melalui Gubsu, perlu menegur dan mengingatkan Arsyad bersama jajarannya supaya benar-benar melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya.

Ketika tudingan tersebut dikonfirmasi kepada Arsyad beberapa kali melalui telepon seluler (ponsel)-nya, tidak terdengar nada sambung yang menandakan ponselnya sedang tidak aktif. Demikian juga pesan singkat yang dikirim ke ponselnya, hingga berita ini dibuat, tidak ada balasan. Hal yang sama juga dilakukan kepada Rivai dan Hamida, ponsel keduanya juga tidak aktif. (Sipa Munthe)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191