Sudah 29 Kali Demo, Mahasiswa Asal Palas Kembali Demo Polda Sumut dengan Membawa Keranda Mayat 

DETEKSI.co - Medan, Puluhan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Asal Kabupaten Padang Lawas membawa Keranda Mayat ke Mako Polda Sumut, Selasa (17/12/2018) Sekira pukul 13.30 Wib. Sudah 29 kali demo namun aparat penegak hukum belum melakukan efek jera kepada pejabat pemkab Palas.

Kordinator lapangan Unjuk Rasa (Unras) Ahmad Reski Hasibuan memberikan penjelasan bahwa kabupaten padang lawas sepertinya tidak masuk dalam peta Indonesia dan terabaikan dari pembangunan juga penegakan hukumnya belum tersentuh membuat para koruptor semakin merajalela .

"Jangan ada penegekkan hukum tebang pilih, terus terang kami meminta kepada Kapoldasu untuk lebih tegas menindak dan memenjarakan oara Koruptor," tegasnya kepada DETEKSI.co Selasa (17/12/2018).

Masih Reski," Kami kecewa kepada  pihak Poldasu yang terkesan lambat dalam mengusut kasus-kasus korupsi juga terkait kasus OTT yang terjadi di Pemkab Palas dan Kadis Kesehatan Padang Lawas ,"tegasnya.

Dengan kami kemari, jelas kami menyuarakan masyarakat Palas untuk meminta dengan kepada Kapoldasu lebih tegas menindak pelaku korupsi Bupati terkait dugaan pencucian uang yang terjadi di Pemkab Palas dan adanya dugaan pencurian dana Mesjid," terang Ahmad Hasibuan.

" Sudah 29 kali kami melakukan unjuk rasa disini dan sudah 12 tahun terbentuk kabupaten palas sampai saat ini tidak memiliki kantor bupati dan kantor DPRD pun tidak ada di Palas Bang, bahkan rumah dinas bupati palas itu tidak pernah ditempati padahal dana anggaran sudah terpakai dan jalan-jalan dipalas penuh dengan lubang yang hanya berjarak 3 meter disetiap jalan padahal PAD Pemkab Palas Sangat Banyak dengan Puluhan Perusahaan besar ada disana Bang." Tutur Ahmad dengan terperinci kepada awak media mengakhiri keterangannya.

Amatan dilapangan, Aparat yang siaga melakukan penghadangan terhadap para pengunjuk rasa bermaksud tidak memasuki area Mapoldasu dengan membawa Keranda Mayat.

Dihadapan massa aksi, Kompol Hasibuan selaku Provost didampingi Kapolsek Patumbak AKp Ginanjar SIK selaku pemimpin wilayah hukum Patumbak dan Kanit Intel Patumbak Iptu Lumban Batu mengharapkan para perndemo tidak memasuki wilayah area Mapoldasu dengan membawa keranda mayat, karena Bid Humas Poldasu meminta pendemo untuk perwakilan hanya 5 orang, anehnya pengunjuk rasa masuk semua melewati pos penjagaan sambil membawa keranda mayat berselimut kain kapan putih. (Damos)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191