3 Paket Proyek Pipansasi Dikerjai CV Maju Jaya di Komplin Warga,Tanah Sisa Galian Tidak Diangkut

Sisa Galian Tidak Diangkut
DETEKSI.co - RANTAUPRAPAT, Sebanyak 3 paket proyek lanjutan perluasan pipa distribusi dan sambungan rumah di kecamatan Rantau Utara Kab Labuhanbatu senilai Rp 3,6 miliar di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Pemkab Labuhanbatu " diborong" oleh satu rekanan, yakni Ari Susilo Polopo selaku direktur CV Maju Jaya, Dikomplain warga.

Pasalnya proyek pipanisasi salura air bersih itu telah mengganggu aktivitas warga yang merasa terganggu atas kinerja CV .Maju jaya yang melakukan pembiaran terhadap galian tanah pemasangan saluran pipa air bersih tersebut, " siapa coba yang tidak kesal, hasil galian itu tidak dirapikan,mau masuk ke rumah pun payah " kata Siregar salah seorang warga.
     
Dicky, Asisten pengawas proyek itu kepada wartawan Senin (7/1) diruang kerjanya mengatakan, ketiga paket proyek itu yakni Lanjutan perluasan pipa distribusi dan sambungan rumah di Kelurahan Kartini senilai Rp 800 juta.

Kemudian, Lanjutan perluasan pipa distribusi dan sambungan rumah di Kelurahan Padang Bulan Rp 1,4 miliar serta Lanjutan perluasan pipa distribusi dan sambungan rumah si Kelurahan Cendana senilai Rp 1,4 miliar.

Menurut Dicky, saat ini kontrak proyek tersebut telah berakhir atau mati kontrak. Namun rekanan belum juga menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

Dia mengatakan, masih ada sisa waktu 90 hari setelah kontrak berakhir untuk menyelesaikan proyek itu. Akan tetapi rekanan akan dikenakan dengan biaya denda maksimum.

" Kontraknya Desember sudah berakhir. Tapi ada waktu 90 hari setelah habis kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan. Hanya saja rekanan akan dikenakan denda maksimum" ujarnya.

Lebih lanjut Dicky menerangkan, rekanan pelaksanan proyek hanya melaksanakan pekerjaan perluasan pipa distribusi saja. Sedangkan untuk sambungan rumah peralatannya akan diserahkan ke PUDAM dan selanjutnya  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirtabina Labuhanbatu yang akan melaksanakan pekerjaan itu.

Adapun alasan Penyerahan pekerjaan sambung rumah itu kepada PUDAM terang dia, karena hanya PUDAM yang mengetahui daftar pelanggan yang masih tercata sebagai pelanggan dan pelanggan yang telah diputus sambungannya.

" Pekerja sambungan rumah diserahkan ke PUDAM.Karena mereka yang punya data, rumah mana yang terdaftar sebagai pelanggan dan mana yang sudah tidak terdaftar" terangnya.

Saat ditanya, apakah peralatan sambungan rumah itu telah diserahkan ke PUDAM dan dipasang ke rumah-rumah pelanggan, Dicky mengaku peralatan belum diserahkan dan masih berada di Dinas Perkim. " Peralatan SR masih disini. Belum kita serahkan" katanya.

Pun begitu, dia mengakui jika persentase pekerjaan proyek dapat dinyatakan selesai 100 % jika sambung rumah telah selesai dilaksanakan oleh PUDAM.

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yang protes terhadap tanah bekas galian pipa yang belum dibersihkan atau dirapikan oleh rekanan, sehingga menimbulkan lumpur dikala hujan dan debu dikala panas, Dicky berjanji bahwa tanah sisa galian harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembayaran proyek. 

Bahkan kata dia, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek tersedia anggaran untuk mengangkut tanah bekas galian dari lokasi pekerjaan. Namun saat ini itu belum dilakukan, sebab rekanan masih melakukan pengetesan distribusi air. 

" Itu harus dirapikan. Saat ini proses pengetesan. Jadi kalau sekarang ditutup ternyata ada yang bocor, kan repot. Sesudah selesai harus dirapikan dan  diangkat tanah sisa galian itu" jelasnya.(dian)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191