Oknum Jaksa Cabjari P.Batu Dilaporkan ke Aswas Kejatisu

DETEKSI.co - Medan, Tidak terima anaknya di intimidasi oleh oknum Jaksa, Sri Mulia Hati (46) warga jalan Sikambing Gang Citarum Medan, Melaporkan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pancur Batu, inisial RY ke Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (7/1/2019).

Sesuai surat yang diterima wartawan dan ditandatangani diatas materai 6000 dijelaskan bahwa, Oknum Jaksa memaksa tersangka Alexander untuk mengakui BAP yang dibuat oleh Juper Kepolisian, Menurut Sri Mulia BAP tersebut sarat di rekayasa sesuai LP/746/A/VIII//2018/Res Tabes Medan Tanggal 29 Agustus 2018.

" Tidak benar kalau anak saya memiliki barang bukti berupa bong dan kaca pirex, Sebab bong yang dituduhkan itu bukan milik anak saya melainkan milik tersangka Mauluddin yang tertangkap dihari yang sama dan TKP di rumahnya sendiri dijalan lembah berkah Sunggal dan kalau Barbut tersebut bukan milik anak saya disaat sidang akan saya beberkan semua dihadapan majelis hakim." Jelas Sri.

Sebagai masyarakat awam, saya heran ternyata masih ada oknum Aparat Sipil Negara (ASN) dan dihadapan saya sendiri melihat menampar Rozali dengan memakai Map nya tebal dan itu dilakukan oleh oknum Jaksa tersebut.

"Seandainya anak saya yang dipukul, saya bisa memastikan akan membalas pukulan tersebut sebab dari kecil anak saya tak pernah kupukul, sebagai seorang ibu saya sedih melihat perlakuan seorang oknum Jaksa menampar tahannya sendiri," ketus Ibu tersangka.

Bukan itu saja yang saya keluhkan, Oknum JPU tersebut ada melakukan pengancaman secara lisan kepada anak saya bernama Alexander sehingga membuat anak saya tersebut mengalami ketakutan dan trauma. Dan yang saya heran lagi ada penguluran waktu pembantaran sewaktu anak saya Alex berobat di RSU Bandung jalan Mistar Medan, Yang seharusnya tanggal 29 November 2018 di ulur menjadi tanggal 3 Desember 2018 hingga tengah malam, anehnya oknum JPU tersebut memberi alasan yang tidak jelas.

Lalu tudingan ibu tersangka kepada JPU langsung dibantah oleh RY selaku Jaksa tersangka Alexander Zulkarnaen, "Tudingan tersebut tidak benar dan terkesan mengada – ngada, kalau saya dilaporkan kepada Aswas memang itu haknya,silahkan," katanya.

" Tidak ada saya menampar yang namanya Rozali, perlu diketahui bahwa tersangka Rozali ini merupakan Residivis yang keluar masuk penjara."tegas RY.

Masih kata RY, " Ibu tersangka itu saya tidak kenal, Anaknya saja sakit saya yang membayar seharusnya kan keluarga yang membayar bukan saya, silahkan wartawan bertanya bagaimana karakter saya sebenarnya, jujur ya, bukan seperti itu karakter saya seperti yang tuduhkan, tidak benar saya melakukan yang aneh aneh,' ketus RY kepada DETEKSI.co Senin (7/1/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh jaksa inisial A, Saya juga Jaksanya Alex, dan semua perkataan bapak dan penjelasan RY saya dengar semua karena saya disampingnya, " Pemukulan itu tidak benar sebab saya disitu saya berada, Bahwa kedua tersangka tidak mengakui perbuatannya, Prapid mereka saja di PN.Lubuk Pakam telah gugur,"ucapnya. (Dofu Gaho)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191