Hampir 2 Bulan, Polisi Belum Juga Ungkap Pembunuh Paulina Barus

DETEKSI.co - Medan, Masih ingatkah kita dengan kasus pembunuhan yang menimpa korban Paulina Br Barus (23) warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, yang ditemukan tewas terbunuh di dalam kamar 02 Murai Hotel, di Jalan Setia Budi/Barak Tolok, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di depan RM Rahayu 88, Selasa (18/12/2018),lalu, sekitar pukul 02.16 WIB.

Hari terus berganti, dan tak terasa kasus pembunuhan itu kini sudah berjalan hampir 2 bulan, namun pihak kepolisian belum juga berhasil mengungkap siapa tersangka yang tega menghilangkan nyawa Paulina Br. Barus dengan cara sadis. 

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira ketika di konfirmasi DETEKSI.co, Jumat (8/2/2019), sekira pukul 17.01 WIB, melalui WhatsApp mengenai perkembangan kasus pembunuhan tersebut, apakah keberadaan tersangka sudah diketahui? dan apakah identitas tersangka sudah diketahui? Target berapa lama untuk dapat meringkus tersangka?.

"Masih kita selidiki pelakunya dan pelaku akan kita kejar kemanapun mereka lari," jawab AKBP Putu dengan tegas. 

Berita sebelumnya, Paulina Br Barus (23) warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, ini meninggal dunia diduga setelah dibunuh teman kenacannya saat berada di dalam kamar 02 Murai Hotel, di Jalan Setia Budi/Barak Tolok, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di depan RM Rahayu 88, Selasa (18/12/2018) sekitar pukul 02.16 WIB, lalu. 

Sebelum meninggal dunia, korban sempat dilarikan ke rumahsakit terdekat oleh petugas hotel. Selain itu, petugas hotel pun sempat berduel dengan pelaku di kamar, namun berhasil kabur dari sergapan room boy itu.

Kejadian itu pertama kali diketahui petugas kamar (room boy) Murai Hotel bernama Mukhlis Nasution (49), Efo Surbakti (25) dan Rio Anelo (20).

Ketiganya mengaku sempat mendengar suara jeritan dari dalam kamar 02 Murai hotel. Mendengar adanya suara itu, salah seorang room boy bernama Efo mendatangi kamar dan langsung mendobrak pintu kamar.

Di situ Efo melihat pelaku yang belum diketahui identitasnya. Efo sempat duel dengan pelaku, karena pelaku terlalu sigap akhirnya berhasil melarikan diri hanya mengenakan celana dalam ke arah seberang hotel.

Melihat pelaku lari, ketiga room boy itu mempat memburu pelaku. Tapi lagi-lagi, pelaku lari dengan cepat hingga ketiga pegawai hotel kehilangan jejak pelaku.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau yang dikonfirmasi terkait pembunuhan ini mengatakan, korban sendiri ditemukan tewas dengan luka tusukan pada bagian leher dan perutnya.

"Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan untuk dilakukan otopsi," jelas Kompol BL Malau kepada wartawan.

Kemudian, lanjut BL Malau, saksi lainnya bernama Muklis dan Rio langsung menghalangi dengan cara memukuli dan menendang pelaku sampai terjatuh. Namun, pelaku yang masih menggenggam pisau itu tidak bisa dilumpuhkan, sehingga berhasil melarikan diri menuju Jalan Raya dengan mengarah ke Komplek Kejaksaan dengan bertelanjang bulat.

"Mendapatkan laporan pembunuhan ini, personel Polsek Delitua kemudian langsung melakukan penyisiran ke arah Komplek Kejaksaan. Namun pelaku tidak berhasil ditemukan," tuturya.

Dalam kejadian ini, ujar BL Malau, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi termasuk orang tua korban. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dirumah sakit, pada leher kanan korban ditemukan sebanyak 6 luka tusukan, dan 1 tusukan diperut kiri korban.

"Kita sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan hasil rekaman CCTV di hotel. Saat ini pelaku masih dalam upaya perburuan petugas," tandasnya.(ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191