Pemilik 16 Ekor Burung Langka Kabur, Polisi Hanya Berhasil Menangkap Pekerja

DETEKSI.co - Medan, Personil Subdit IV Direskrimsus Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus perdagangan hewan yang di lindungi berasal dari Indonesia bagian Timur yaitu dari Papua dan Maluku serta dari Sumatera Utara.

Demikian dikatakan Direktur Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Roni Samtana, Selasa (26/2/2019) sekira pukul 10:00 WIB.

Penangkapan itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya seorang yang memiliki hewan yang  lindungi di Jalan K.L Yos Soedarso No. 5 Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Selanjutnya tim Subdit IV Ditkrimsus Polda Sumut yang di pimpin langsung oleh Kanit III Kompol Wira Prayatna bersama staf Balai Besar Konservasi Daya Alam Sumut menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan di lokasi.

Saat menggeledah rumah tersebut petugas gabungan mendapat sejumlah hewan yang dilindungi yang di tempatkan dalam ruangan khusus berupa 5 ekor burung Kakak Tua Raja (Probosciger Aterrimus), 5 Ekor Burung Kesturi Raja (Psittrichas Filgidius), 1 Ekor Rangkong Papan (Bucerus Bicornis), 1 Ekor Burung Kakak Tua Maluku (Cacatua Moluccebsis), 1 Ekor Kakak Tua Jambul Kuning (Cacatua Sulpurea) dan 3 Ekor Juvenil Burung Kasuari Klambir Ganda (Casuarius-Casuarius). 

Pemilik sarwa tersebut bernama Robby (37) karyawan  PDAM Tirtanadi Belawan warga K.L Yos Soedarso No. 5 Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Berhasil kabur. Polisi hanya berhasil mengamankan seorang pekerja bernama Adil Aulia (28) warga yang sama. 

Menurut pengakuan Adil Aulia mengataman dia hanya pekerja di rumah pelaku Robby. "Saya hanya pekerja untuk merawat buring-buring itu dengan diberi upah Rp. 1.5 juta perbulannya," aku Adil dihadapan wartawan. 

Pelaku di jerat dengan pasal 21 ayay (2) huruf a yang diancam pidana penjara paling lama 5 tahun penjara dengan denda Rp. 100.000.000 sesuai dengan pasal 40 ayat (2) UU Negara Negara RI Nomor 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. 

"Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagaan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup," tandas Direktur Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Roni Samtana.(ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191