Polda Sumut Tetapkan Dody Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan

Ditreskrimsus Polda Sumut,
DETEKSI.co - Medan, Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menaikkan status Musa Idishah alias Dodi pimpinan PT. Anugerah Langkat Makmur (Alam), dari saksi menjadi tersangka dalam kasus tanah di Kabupaten Langkat.

Namun anehnya, Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. 

"Kalau Dody tidak bisa ditahan meski dia sudah ditetapkan jadi tersangka. Karena dia mempunyai hak juga untuk tidak ditahan. Justru kami tidak menahan Dody," ujar Kasubdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih dengan cuek menjawab pertanyaan awak media diruang kerjanya, Rabu (13/2/2019) siang.

Masih kata AKBP Herzoni, menyebutkan bahwa mereka juga telah melayangkan surat pemanggilan kepada Anif Shah 

"Anif Shah dipanggil sebagai saksi. Saat Anif Shah ini sedang sakit dan ia berobat di Singapura," sebutnya. 

Sementara, Polda Sumut juga telah melakukan pemeriksaan terhadap ahli instansi terkait antara lain Ucok Firda Purba  sebagai Staf Bidang Penata Gunaan Hutan (Dinas Kehutanan Pemprovsu), Indra Gunawan Girsang sebagai Kepala Seksi Perizinan dan Bina Usaha Perkebunan (Dinas Perkebunan Provsu).

Serta, Jamaluddin Mahasari sebagai Analis Kendali Mutu Pengukuran dan Pemetaan (Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Pemprovsu), Martin Ginting sebagai Kepala Bidang Perkebunan (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) Kabupaten Langkat, Yasir Wagdhi sebagai Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Pengendalian Pengelolaan Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup) di kabupaten Langkat, Mustafa Pane sebagai Kabid Pelayanan Perizinan Sumber Daya Alam (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu), Ibnu Hajar (Camat Besitang), Muhammad Harmain (Camat Brandan Barat), Faizal Rizal Matondang (Camat Sei Lepan) dan Suwarisno (Kepala Desa Harapan Makmur).

Sedangkan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajek Shah salah satu pemegang saham PT Alam dan Rejen Zarkani Nasution alias Rajen sebagai Manager PKS PT Alam diperiksa di Ditreskrimsus Polda Sumut sebagai saksi,"katanya kepada awak media.

Sebelumnya, kasus alih fingsi hutan seluas 500 Hektar tersebut berawal dari laporan masyarakat pada Desember 2018. Lahan kebun sawit itu berada di Kecamatan Besitang, Sei Lepan dan Brandan Barat.(red)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191