Rapim Polri-TNI Isyaratkan Bersatu Bela NKRI

 Drs. Thomson Hutasoit
Jakarta, Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-POLRI dilaksanakan di Istana Negara Jakarta diikuti 198 Perwira Tinggi TNI, 170 Perwira Tinggi POLRI beserta mantan Panglima TNI antara lain; Jenderal Tri Sutrisno, Jenderal Wiranto, Jenderal Endriartono Sutarto, Jenderal Djoko Suyanto, Jenderal Moeldoko, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Mantan Kapolri antara lain; Jenderal Pol. Roesmanhadi, Janderal Pol. Roesdihardjo, Jenderal Pol. Bimantoro, Jenderal Pol. Da'i Bachtiar, Jenderal Pol. Susanto, Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, Jenderal Pol. Timur Pradopo, Jenderal Pol. Badrodin Haiti. 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung. 

Rapim Selasa, 29 Januari 2019 sungguh sangat istimewa karena diikuti lintas generasi putera-putera terbaik Ibu Pertiwi Indonesia yang tetap setia sepanjang hayat membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika. Tokoh bangsa yang telah selesai kepentingan diri dan telah memberi pengabdian terbaik bagi NKRI tercinta terpanggil memberi contoh tauladan jiwa kebangsaan keindonesiaan (Nasionalisme) tak pernah pudar sedikit pun sepanjang hayat. 

Ditengah gonjang-ganjing politik diwarnai berbagai sentimen sektarian-primordial isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta ujaran kebencian, fitnah, adu domba, hasut, hujat, provokasi, agitasi, hoax, kebohongan, penyesatan menimbulkan kecemasan, rasa takut ditengah masyarakat, bangsa dan negara, kehadiran tokoh-tokoh bangsa ini memberi optimisme dan spirit patriotisme kebangsaan Indonesia tak perlu diragukan sedikit pun. 

Bersatu padu, bahu-membahu lintas generasi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bukti konkrit Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika HARGA MATI. 

Tidak boleh satu kekuatan politik, baik domestik maupun internasional mengusiknya walau dengan alasan apa pun. 

Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-POLRI di Istana Negara Jakarta memberi "warning keras" kepada seluruh pihak agar tidak boleh sekali-sekali mencoba-coba mengusik, mengobok-obok, mencabik-cabik keutuhan NKRI dengan politik kotor tak beradab menggunakan segala cara meraih ambisi kekuasaan di negeri ini. 

Segala upaya yang ingin merongrong keutuhan bangsa, baik berasal dari dalam maupun dari luar akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia dibawah komando putera-puteri terbaik TNI-POLRI tanpa gentar sedikitpun. 

Negara Republik Indonesia yang didirikan para pendiri bangsa (founding fathers) didukung seluruh rakyat bumi Nusantara dengan keringat, harta dan nyawa TIDAK BOLEH SEKALI-SEKALI dikorbankan pertarungan politik kekuasaan, apalagi para pengkhianat bangsa yang berkolaborasi dengan sindikat politik internasional ingin menguasai kembali negeri tercinta. 

Keteladanan para tokoh bangsa, Mantan Panglima TNI, Mantan KAPOLRI bergandeng tangan, bahu-membahu memikirkan permasalahan bangsa saat ini harus dijadikan spirit nasionalisme bagi seluruh anak-anak bangsa untuk membangun, memperkokoh PERSATUAN INDONESIA sebagaimana diamanatkan Sila Ketiga Pancasila. 

Terima kasih putera-puteri terbaik bangsa Mantan Panglima TNI, Mantan KAPOLRI yang telah memberi contoh tauladan MEMBELA NKRI dari ancaman laten keutuhan bangsa. 

Penulis : Drs. Thomson Hutasoit
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191