Tidak Sesuai Fakta Persidangan, PH Terdakwa Menolak Tuntutan JPU

PH Terdakwa, Edy Murya, SH.MH Menyerahkan Berkas Pledoi
DETEKSI.co - Medan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa menolak dakwaan Jaksa Penuntut Umum di PN. Lubuk Pakam Kelas I - A Pancur Batu, Selasa (12/2/2019).

" Mohon Majelis Hakim menjatuhkan hukuman dengan amar putusan terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan sebagai mana di dakwa oleh JPU pasal 112 ayat (1), sebab Dakwaan JPU di dasarkan kepada penyidik yang tidak berkompeten hanya berpangkat Brigadir. " tegas Edy dihadapan Majelis Hakim Selasa (12/2/2019).

Dalam Undang Undang telah diatur bahwasanya, bagi terdakwa sejak kecil mengalami keterlambatan kemampuan intelektual, dengan diperkuat surat dari RSU Bina Kasih atas nama Alex Zulkarnain, artinya perlu penanganan secara khusus,faktanya pihak penyidik melanggar, kata Edy.

Analisis juridis terdakwa mengalami keterlambatan kemampuan intelektual, hal ini diperkuat dengan dengan surat RSU Bina Kasih. Menurut pasal 56 ayat (1) KUHAP oleh penyidik telah dilanggar secara nyata, sehingga mempunyai kosekuensi keterangan yang didapat tidak benar sesuai fakta peraidangan.

Anehnya kata Edy, penyidik pembantu yang memeriksa terdakwa berpangkat Brigadir jelas hal ini bertentangan dengan KUH acara Pidana yang berlaku. Seharusnya dilakukan oleh seorang perwira setidaknya berpangkat Inspektur Dua Polisi bukan Brigadir, sebab pimpinan sektor Polsek Sunggal berpangkat Kompol.

Terungkap dalam persidangan bahwa terdakwa mengakui dihadapan majelis hakim bahwa dirinya di paksa menandatangani BAP, tekanan dari pihak penyidik berupa pukulan dan tendangan, dan hal ini sesuai bukti yang diajukan dalam gambar terdakwa ditandai dengan bukti T-5.

Terungkap dalam persidangan, Saksi Dhanu selaku penyidik pembantu berpangkat Brigadir dibawah sumpah menjelaskan bahwa terdakwa diperiksa awalnya tidak didampingi Penasehat Hukum walau penyidik mengetahui terdakwa diancam dengan pidana diatas lima tahun.

Berdasarkan pasal 56 ayat (1) KUHAP seharusnya terdakwa diberi pendampingan oleh Penasehat Hukum, dan pelanggaran kedua terdakwa menandatagani dan membaca tanpa alat bantu kacamata dan tidak membacakannya padahal terdakwa tidak dapat membaca jelas tanpa kaca mata.

" ini fakta persidangan, jadi tidak boleh diabaikan oleh majelis hakim yang Mulia ," jelas Edy kepada wartawan.

Usai penasehat hukum terdakwa membacakan pledoi, Lalu Ketua Majelis Hakim bertanya kepada JPU apakah ada yang mau ditanggapi secara tulisan atau lisan, oleh JPU menjawab saya pikir pikir majelis hakim pada hari Kamis saya tanggapi, kata Rahmayani.

Ditempat yang sama, orang tua terdakwa mengaku bernama Sri Mulia Hati menuturkan anaknya didakwa JPU dengan barang bukti 1.30 gram sisa Shabu di kaca pirex.

Harga shabu seberat 1.30 gram berkisar Rp.1 Juta, lalu pertanyaanya dari mana uang anak saya membelinya karena kejadianya pada tanggal 29, ini menjadi perhatian sebab setiap tanggal 5 saya yang ambil gaji anak saya di yamaha.

" Kalau sebanyak itu sisa Barbut nya, Logika aja anak saya pasti OD jika benar mengkonsumsi Shabu yang dimaksud. tentang kaca pirex hanya si Rojali yang dipaksa memegang sedangkan Alexander dipaksa memegang bong, " kata Ibu terdakwa. (Red)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191