Akhirnya Dua Penadah Barang Curian Duduk di Pesakitan di PN Lubuk Pakam

DETEKSI.co - Deliserdang, Akhirnya dua terdakwa kasus penadah resmi duduk pesakitan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Jl. Jenderal Sudirman No. 58, Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, Selasa (19/3/2019) pukul 16:30 Wib. Kedua terdakwa mengakui perbuatannya dihadapan Majelis Hakim.

Kedua terdakwa memakai baju tahanan berwarna orange, Atin memakai nomor punggung 16 sedangkan Ferdinan No 47, persidangan berlangsung di Ruang Utama PN.Lubuk Pakam, Begitu dibuka sidang oleh ketua Majelis Hakim langsung mencerca sejumlah pertanyaan kepada kedua orang saksi tidak lain Pelaku pencurian atas nama Miswanto alias Ateng dan Irianto alias Iran , dihadapan Majelis Hakim keduanya menjelaskan kronologis pencurian di gudang milik Tono di jalan Pelak Kebun Sayur Desa Sekip Kota Lubuk Pakam.

" Ya. Benar pak Hakim, setiap kami ambilbarang di gudang itu tidak ada orang yang menjaga, apa saja yang bisa kami kami bawa keluar seperti besi, tembaga kami ambil lalu besi kami potong dengan panjang kira kira 1 meter dan sayamelakukan pencurian tersebut dengan membawa teman yang berbeda – beda,"kata saksi menanggapi pertanyaan Majelis Hakim.

Selain besi, barang apa saja yang kalian ambil di gudang itu, dan berapa kali kalian lakukan pencurian, lantas dimana kalian jual, sebab kata saksi korban akibat pencurian tersebut mengalami kerugian berkisar Rp.830 juta tanya hakim, " Baru 6 kali pak hakim saya mencuri digudang itu, dan yang saya curi hanya Besi, Kabel Listrik dan Mesin Blower, semua itu kami jual ke gudang botot di pasar 6 milik Ferdinan," jelas kedua saksi.

Dengan kerugian saksi korban Rp.830 juta apakah kalian semua yang mengambilnya, dan hasil curian dikemanakan semua, tanya hakim. " Tidak semua kerugian itu kami curi pak hakim, sebab saya ini hanya sial badan makanya tertangkap, sebelum aku mencuri sudah ada dua orang yang mencuri sebelumnya dan mereka itu sudah pemain lama, hasil dari curian itu jujur pak hakim untuk beli shabu,"kata Misyanto menjawab pertanyaan majelis hakim.

Masih diruang sidang, Penasehat Hukum terdakwa bertanya kepada saksi korban apakah saudara bisa memastikan itu besi blower dijadikan barang bukti milik saksi korban, lantas Sumi menanggapi dengan kata kata lain dengan menuturkan saya tidak tahu kalau itu besi kami karena saya pengusaha salon yang memahamai itu besi milik kami hanya abang saya, kata Sumi, sembari para hadirin sontak tertawa.

Selanjutnya, Penasehat Hukum (PH) terdakwa bertanya kepada saksi sekaligus pelaku, Benar mesin blower yang kamu ambil itu sebanyak 1 buah berwarna hijau dan seperti di foto itu, Lalu oleh saksi menjawab, "Benar seperti di foto itu besinya dan saya ambil dari gudang dan sayajual kepada ferdinan kata saksi sekaligus pelaku pencurian.

Kata PH terdakwa, Begitu posisi BB kamu ambil seperti yang di tunjukkan ini, " ya benar dan masih ada baut sebiji yang tinggal, kami ngak tau kalau mesin itu beroperasi atau tidak sebab niat kamihanya mencuri.

Ketua majelis hakim meminta tanggapan terdakwa atas Atin, apakah yang dikatakan parea saksi ada yang saudara tanggpai, kata Atin menjawab Hakim, "Cuman besi blower aja dan tidak ada yang pak Hakim,"jelas terdakwa.

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim meminta tanggapan terdakwa Ferdinan terkait keterangan para saksi, Ada yang kamu tanya kepada para saksi lalu dijawab terdakwa tidak ada, menurutmu bagaimana keterangan saksi, lalu oleh terdakwa Ferdinan membantah pernyataan saksi, menurut terdakwa telah mempertanyakan kepada saksi kalau yang belinya itu bukan hasil curian, kata terdakwa.

Lalu hakim mengingatkan, Hal yang berbelit belit itu hal memberatkan dan hal yang mengaku perbuatannya itu merupakan keringanan kepadanya. kemudian hakim membacakan Berita Acara dari kepolisian dan saat ditanyahakim kepada terdakwa, baru terdakwamengaminkan penegasan hakim.

Untuk sekedar diketahui kata Sumi, Terdakwa Atin itu partai besar penampung botot, Ferdinan mengakui kalau besi yang dijual kepadanya kembali dijual ke Atin, dan Atin memang yang bisa melakukan pembelian tersebut sebab selain dia penampung tersebar juga karena memiliki alat, kata Sumi.

Kata hakim tidak baik kalau kerugian itu tetap di tanggung oleh pihak ketiga, namun kata sumi jikalau penadah tidak ada saya pastikan pencuri tidak ada karena tidak ada yang menampung hasil curiannya. Kata sumi menjawab pertanyaan majelis hakim.

Salah seorang majelis hakim bertanyakepada saksi korban apakah mesin yang di curi itu masih bisa operasikan, jawab saksi korban masih beroperasi, jelas Tono.

Usai sidang korban kepada wartawan bahwasanya surat dari JPU Nurliana Angkat, SH.MH, untuk menghadiri persidangan, dalam surat tersebut bermaksud guna melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, sehubungan dengan perkara atas nama terdakwa Ferdinan Saragih dan Atin, ucap Sumi di ruang Utama PN.Lbk Pakam, Selasa (19/3/2019) pukul 16:30 Wib.

Diluar sidang, Penasehat Hukum saksi korban, Edy Murya, SH.MH kepada wartawan mengatakan ketentuan pasal 480 KUHPidana tersebut diatas mengatur 2 (dua) perbuatan yakni perbuatan bersekongkol dan perbuatan mengambil keuntungan dari barang yang diperoleh karena kejahatan. Jika si pembeli memang mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari kejahatan maka ia pasti dijerat oleh penyidik dengan pasal 480 ayat (1) KUHPidana yakni sebagai sekongkol atau yang biasa disebut dengan "penadah". Jika si pembeli tidak tahu asal perolehan barang tetapi si pembeli dari awal sudah curiga namun tetap membeli barang tersebut maka si pembeli dapat dijerat dengan Pasal 480 ayat (2) KUHPidana.

"Dari penjelasan kedua terdakwa, telah mengakui perbuatannya dihadapan Majelis Hakim, artinya tak terbantahkan BAP dari kepolisian sesuai nomor : STPL/147/IX/2018/SU/Res/DS/Sek Lbk Pakam,"kata Edy. (Red)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191