Diduga Terlibat Mengugurkan Kandungan Yariba, Polisi Tangkap Meiman Jaya Hulu

DETEKSI.co - Medan, Personil Unit Reskrim Polsek Medan Baru berhasil mengungkap penyebab kematian Yariba Laia (21), pembantu rumah tangga yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Hasanuddin No 23, Petisah Hulu, Medan Petisah, Sabtu (9/3).

Selain itu, petugas juga berhasil menangkap pacar Yariba, Meiman Jaya Hulu (20) yang merupakan warga Lewa-Lewa, Boronadu.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing dalam keterangan persnya mengatakan, Senin (11/3/2019), Meiman diamankan di Jalan Bulan. Meiman pun diduga kuat terlibat dalam aksi aborsi yang dilakukan Yariba.

"Tersangka kita amankan dibelakang Mako Brimob, di salah satu kos-kosan setelah 4 jam korban ditemukan tewas," terang Kompol Martuasah.

Dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polres Deliserdang itu, Meiman yang merupakan pacar Yariba berperan membeli obat penggugur kandungan untuk dikonsumsi Yariba. 

"Korban yang meminta beli obat. Tersangka melakukan permintaan korban," jelasnya.

Dalam pengakuannya, Meiman membeli obat bermerk sopros itu melalui online seharga Rp.1,1 juta. Dalam sehari, obat tersebut harus dikonsumsi oleh Yariba sebanyak 16 butir. Namun, belum sampai obat tersebut habis, Yariba merenggang nyawa beserta janin yang berada di kandungannya.

"Obat itu diminum sehari 4 kali. Dalam setiap kali konsumsi, korban harus meminum 4 butir," lanjut Martuasah.

Sementara Meiman ketika ditanyai wartawan mengaku menjalin hubungan asmara dengan Yariba selama 8 bulan. Mahasiswa salah satu universitas swasta di Medan itu juga mengakui semua perbuatannya.

"Iya bang, kami pacaran dari bulan 7 tahun lalu. Dia yang nyuruh aku beli obat, karena malu sama keluarga di kampung," ucapnya sembari dibawa petugas ke sel tahanan.

Akibat perbuatannya, Meiman pun dipersangkakan melanggar pasal 348 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

"Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun," tegas Martuasah.(ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191