Dua Kali Pelimpahan Berkas Kasus Penadah Tertunda, Korban Kesal

Tersangka Penadah dan Barbut Besi Blower
DETEKSI.co - Lubukpakam, Pengembangan penyelidikan kasus Penadah di Polsek Lubuk Pakam Nomor : STPL/147/IX/2018/SU/Res/DS/Sek Lbk Pakam, akhirnya menetapkan inisial Atin sebagai tersangka.

Kendati Atin sudah ditetapkan tersangka, Namun korban tidak puas, dikarenakan Jaksa Penuntut Umum di Kejari Lubuk belum menerima pelimpahan berkas dari Juru Periksa (Juper) Polsek Lubuk Pakam.
Kata Sumi kepada wartawan DETEKSI.co bahwasanya Juper memberitahukan kalau pada hari Senin (25/2/2019), tersangka inisial Atin dan berkasnya dikirim ke Kejari Lubuk Pakam. Namun pengiriman berkas ini ditunda dengan alasan tersangka sakit dan oleh penasehat hukum tersangka berjanji akan memenuhi panggilan kedua pada hari Rabu (27/2/2019). Ternyata pelimpahan berkas dan tahanan kembali tertunda.

" Oknum penyidik Polsek Lubuk Pakam terkesan buang badan, sebab Kanit dan penyidik berjanji kalau hari Rabu dilakukan pengiriman berkas Atin kepada Jaksa Kejari Lubuk Pakam namun faktanya kembali ditunda, semacamnya tepat kata pepatah mengatakan lidah tak bertulang."kesal Atin didepan Polsek Lubuk Pakam, Rabu (27/2/2019).

Diruang SPKT, perempuan berambut pirang ini menyampaikan kekesalannya, " Kalian penyidik berjanji kalau Senin kemarin mau melimpahkan berkas Atin dan kalian pula yang menunda dengan alasan Atin sakit, pengacara tersangka datang dan berjanji kepada penyidik akan membawa tersangka pada hari Rabu dan jika tidak dipatuhi penyidik berjanji akan melakukan jemput paksa dengan menerbitkan surat penangkapan, sekarang yang kalian janjikan itu mana," kata Sumi dengan kecewa dihadapan penyidik. karena terjadi keributan akhirnya petugas SPKT menyarankan agar jangan ribut disini sebab ini banyak masyarakat yang mau dilayani silahkan kalian keruang penyidik.

Kata Damai selaku penyidik mengatakan kepada Sumi, ada hukum yang mengatur tentang pelimpahan berkas dan hak hak seorang tersangka juga harus dipenuhi, ibu silahkan konsultasi kepada penasehat hukum yang sudah ibu pilih, kata Brigadir Damai.

Ketika dikonfirmasi hal ini kepada Kanit Reskrim, IPTU Herwin terkait rencana hari ini pelimpahan berkas P21 dengan tersangka Atin kasus 480 KUHPidana tentang penadahan. Menurut rencana hari Rabu (27/2/2019) penyidik Polsek Lubuk Pakam akan mengirim tersangka Atin ke Kejari Lubuk PAKAM, jam berapa realisasi pengiriman tersangka pak, pasalnya tertunda pengiriman berkas tersangka Atin pada hari Senin (25/2/2019).

" Koordinasi ke penyidik, Memang rencana hari ini Rabu, kalau dia tidak datang hari ini segera kita terbitkan surat perintah membawa." Kata Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam, Rabu (27/2/2019).

Sementara Penasehat Hukum korban, Edy Murya, SH.MH kepada wartawan, menyampaikan bahwa penyidik Polsek Lubuk Pakam bisa mengeluarkan perintah penahanan terhadap tersangka atas penolakan kejaksaan menerima tersangkanya dilimpahkan.

"Berkas tahap dua belum diterima JPU, karena penyidik menunggu tersangka diserahkan oleh penasehat hukumnya tapi tak kunjung datang, " kata Edy Rabu (27/2) pukul 14.45 Wib.

Sebagai penyidik dan menurut hukum ada upaya paksa dalam penjemputan tersangka, tetapi kewenangan tersebut belum digunakan oleh penyidik. Sehingga JPU pada Kejari Lubuk Pakam belum bisa berbuat untuk melakukan penahanan karena penyidik belum melaporkan tahap II kepada Jaksa bersangkutan.

Informasi yang kami terima kepada penyidik atas tidak dilakukannya pengiriman atau pelimpahan berkas ke JPU dikarenakan tersangka Atin mendadak sakit dan dirawat di RS Metodist Medan, ucap Edy.

Sebelumnya kata Sumi, Penadah pertama inisial P. Saragi sempat ditahan 14 hari di Polsek Lubuk Pakam, be­gitu meng­ajukan penangguhan diduga dengan membayar jaminan maka dirinya menghirup udara bebas. inisial Atin penadah kedua sempat ditahan 5 hari lamanya di Polsek Lubuk Pakam, begitu meng­ajukan penangguhan diduga dengan membayar jaminan maka dirinya juga ikut menghirup udara bebas.

"Karena ada kejanggalan dalam proses penegakan hukum, maka permasalahan ini sudah saya laporkan kepada Wasidik Polda Sumut, dan kata Wasidik akan menindak setiap penyidik yang melanggar aturan SOP," kata Sumi.

Korban pencurian Tono alias Apek mengaku memiliki bebe­rapa foto yang telah diambilnya saat kejadian perkara pencurian tersebut, yang mana foto tersebut adanya penemuan barang-ba­rang yang didalam gudang milik penampungnya berinisial Atin di kampung Syahmad yang telah dijual oleh penampung sebe­lumnya P. Saragi yang berkasnya juga telah dikirim ke JPU. (Tim)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191