Kapolri Bersama Panglima TNI Berikan Kuliah Umum di Kampus UMSU

DETEKSI.co - Medan, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Rabu (13/3/2019) pagi.

Kuliah umum itu berlangsung di Auditorium UMSU tersebut, Panglima TNI menyampaikan kuliah umum dengan thema "Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0."

Panglima TNI mengawali kuliah umum dengan memberikan pesan kepada para mahasiswa dan pemuda untuk terus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan di era teknologi informasi. Nasib bangsa dan negara Indonesia pada masa yang akan datang ditentukan oleh kiprah dan kualitas pemuda. "Pemuda adalah harapan masa depan Indonesia. Di tangan pemuda eksistensi bangsa dan negara diletakkan," sebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara Dr. Agussani, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Komandan Kokam Nasional Zainuddin, KH. Mustofa Aqil Siroj, Kadivpropam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Dankorbrimob Polri Irjen Pol Ilham Salahudin, Wakabaintelkam Polri Irjen Pol Suntana, Pangdam I/BB Mayjen TNI M. S. Fadhilah, Danlantamal I Belawan Laksma TNI Ali Triswanto, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz K. Dwihananto, dan Walikota Medan H. Tengku Dzulmi Eldin, serta lebih dari 500 mahasiswa dan civitas akademika UMSU.

Panglima TNI menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, memiliki sumber daya alam yang melimpah, serta memiliki keanekaragaman budaya. 

Kemudian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerangkan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga demi keutuhan bangsa dan negara. 

"Menjaga persatuan dan kesatuan adalah kunci dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," terang Panglima TNI.

Di era teknologi informasi, Panglima TNI berpesan kepada para pemuda dan mahasiswa untuk terus mewaspadai persebaran berita bohong dan ujaran kebencian. Hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial bahkan disintegrasi bangsa. 

"Persebaran berita bohong dan ujaran kebencian merupakan ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa," pesan Panglima TNI.

Panglima TNI menutup kuliah umum dengan menyampaikan ajakan kepada para pemuda dan mahasiswa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Bonus demografi yang akan diterima Indonesia tidak akan membawa arti apapun jika tanpa disertai dengan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. 

"Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sertai dengan karakter, perilaku, serta budi pekerti yang luhur," pungkas Panglima TNI.(ril/ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191