Kasus Pungli Penyaluran Tabung Gas LPG Akan Gelar Perkara

DETEKSI.co - Nias Utara, Kasus Pungutan Liar (Pungli) penyaluran Tabung gas LPG di desa Meafu Kec. Lahewa Timur Kab. Nias Utara yang diduga sengaja dilakukan oknum Kepala Desa Meafu an. KADIELI GEA beberapa bulan yang lalu, kasus ini sudah memasuki tahap gelar perkara di Polsek Lahewa.

Hal ini disampaikan oleh Kanit Polsek Lahewa, Bripka Beni Panjaitan, saat pelapor dari LSM KPK Nusantara menanyakan perkembangan laporan kasus dimaksud, pada Jumat (22/3/2019).

Perkembangan penanganan laporan kasus dugaan Pungli pada penyaluran Tabung Gas LPG di desa Meafu, Sesuai keterangan / pengakuan Kades Meafu, KADIELI GEA, benar sudah menerima uang dari masyarakat sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) dan uang tersebut di tangan Kadus, itu sudah kita tuangkan dalam berita acara pemeriksaan, ucap Beni Panjaitan.

Kanit Polsek Lahewa menambahkan, saat kita ambil keterangan Kades Meafu, dia juga menjelaskan bahwa 28 buah Tabung Gas LPG telah dikembalikan ke Kec. Lahewa Timur dengan alasan 2 orang masyarakat tidak mau menerima dan 26 masyarakat penerima tidak berada di desa.

Sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan kita, kasus ini sudah kita gelar perkara dan dalam waktu dekat kita akan lakukan gelar perkara lagi di Polres Nias untuk dapat menyimpulkan mau kita apakan kasus ini, kalau memang bisa kewenangan kita / tidak, kalau bukan kewenangan kita jangan kita tahan- tahan disini, Tim Saber Pungli kan tidak ada di Polsek adanya di Polres, itulah sebabnya kita harus gelar perkara lagi di Polres Nias, ucap Beni Panjaitan.

Ditambahkannya, sejak mencuatnya kasus Pungli pada penyaluran Gas LPG di desa Meafu tersebut, lainnya sesuai pantauan kita tidak pernah ada lagi kasus semacam ini terjadi di desa-desa lain, khususnya diwilayah Hukum Polsek Lahewa, aku Kanit. 

Yulianus Harefa sebagai Ketua LSM KPK Nusantara sesaat setelah keluar dari Polsek Lahewa, mengatakan bahwa kasus Pungli yang melibatkan Kades Meafu agar segera dituntaskan mengingat kasus ini sudah 3 (tiga) bulan di Polsek Lahewa, ucapnya kepada Deteksi.co dihalaman Polsek Lahewa (22/3/2019). 

Sesuai Intruksi Kapolri lewat Media Sosial, lanjut Yulianus, setiap kasus harus selesai dalam jangka waktu 1 (satu) bulan lamanya, kalau tidak Kapolres akan dicopot. Jadi kita berharap kasus yang sudah tiga bulan sejak dilaporkan sesegera mungkin ada kepastian hukumnya, imbuhnya. (F. Lahagu)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191