Menggugurkan Janin 7 Bulan, Yariba Tewas Karena Pendarahan

DETEKSI.co - Medan, Bak Cinta yang membawa maut, demikianlah mungkin kisah cinta wanita muda bernama Yariba Laia (21) pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga yang berdomisili di jalan Hasanuddin No.23 Kel.Petisah Hulu Kecamatan Medan Petisah.

Dimana Wanita ini menjadi Korban Pengguguran janin sendiri yang diketahui masih berumur 7 bulan yang akhirnya merenggut nyawa siwanita yang mengandung bayi usia 7 bulan ini dan Bayinya.

Adapun kronologis kejadian tewasnya wanita muda dan bayinya ini terjadi pada hari Sabtu (09/3/2019) sekira pukul 07.30 dimana saat itu sikorban masih berada dirumah majikannya dijlalan hasanuddin no 23 .

Bermula dari Silvia (saksi kejadian) selaku tuan rumah tempat sikorban yang tinggal dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dirumahnya memanggil korban untuk bergegas memberesi rumah seperti biasanya .

Tidak seperti biasanya saksi harus memanggil korban ke kamar korban kekamarnya lantaran biasanya pukul 06.00 wib pagi hari korban sudah bangun,dan keluar kamar untuk mulai bekerja sebagai PRT, akan tetapi setelah saksi berada di depan pintu kamar korban saksi melihat ada darah lalu saksi menanyakan kepada korban kenapa ada darah ?, kemudian korban mengatakan bahwa korban sedang mengalami menstrubasi (Haid) .

Pada saar itu korban tetap tidak membuka pintu kamar korban, sempat saat itu suami dari saksi yg bernama yopi bermaksud mendobrak pintu kamar korban belum sempat didobrak korban mengatakan bahwa korban sedang tdk memakai pakaian akhirnya niat untuk mendobrak pintu diurungkan oleh suami saksi.

Kemudian akhirnya korban membuka sendiri pintu kamar korban namun korban menghalangi pintu kamarnya terbuka dengan badan korban sembari mengatakan "sebentar ya kak..."saut korban  menjawab  saksi

Karena saat didepan pintu kamarnya saksi yang adalah majikan korban melihat korban sangat lemas ,lalu saksi memberikan susu kotak kepada si korban,  korbanpun langsung meminum susu tersebut ,sambil mengatakan kepada saksi bahwa korban sudah baikan keadaannya lalu  korban meminta ijin kepada saksi untuk beristirahat sebentar karena mungkin masih lemas.

Setelah itu saksi meninggalkan korban tanpa curiga atas diri sikorban dan pergi ke kamar saksi untuk mengurus anak saksi dikamarnya.Namun pada pukul 10.00 wib saksi keluar dari  kamarnya dan melihat korban sudah  keluar kamar dengan hanya menggunakan handuk sebagai penutup tubuh korban.

Karena saksi melihat korban dalam kondisi masih lemas, saksi bemaksud membuatkan telur setengah masak untuk dimakan oleh korban, dan kemudian korban masuk lagi ke kamarnya.

Namun pada saat saksi hendak memberikan telur kepada korban saksi melihat korban sudah tertidur dilantai kamar korban dan saksi melihat sudah banyak darah yg bercecer di lantai dan di dalam kamar korban.

Melihat peristiwa tersebut, saksi atas nama yopi (suami dr saksi bernama Silvia) mencoba memanggil mobil ambulance dari rumah sakit Materna, setibanya ambulance di rumah saksi dan ketika hendak membawa korban ke rumah sakit ,saksi dan supir ambulance menyadari bahwa korban sudah  tidak bernyawa lagi alias 810, melihat keadaan tersebut saksi dan supir ambulance tidak berani mengangkat korban ke ambulance, akan tetapi saksi dan supir ambulance melaporkan terlebih dahulu kejadian tersebut ke Mako Polsek Medan Baru yang tak begitu jauh dari rumahnya.

Lanjut setelah beberapa waktu pada Pukul 11.00 wib petugas INAFIS dari Polrestabes medan datang ke TKP dan memeriksa keadaan korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun di TKP ditemukan 3 papan obat merek Sapros yang diduga adalah obat untuk menggugurkan kandungan bayi.

Kemudian setelah dilaksanakan outopsi didapat dugaan sementara korban wanita dewasa usia 21 tahun ini meninggal dunia karena mengalami pendarahan total sementara korban bayi meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan sang korban yang adalah ibu dari bayi malang tersebut.

Setelah melaksanakan pemeriksaan INAFIS dan wawancara atas keluarga korban kemudian keduanya yakni ibu muda berstatus singel dan bayinya,oleh pihak berwajib kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian disemayamkan oleh keluarga korban sebagaimana mestinya dan kedua saksi yang adalah majikan sikorban sudah dimintai keterangannya sebagai saksi di TKP dan Barang bukti di TKP berupa Hape milik sikorban dan 3 papan obat Sapros yang diduga sebagai obat mengugurkan telah dijadikan sebagai barang bukti di TKP.

Hal ini dikatakan Kapolsek Medan Baru Kompol.Martuasa H.Tobing SIK.MH melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, SH MH menjelaskan kepada awak media ini, "Bahwa sementara ini kasus ini masih lidik dan korban diduga adalah korban Pengguguran Bayi dengan adanya barang bukti 3 papan Obat merek Sapros yang diduga adalah Obat untuk mengugurkan kandungan."Jelas Kanit Reskrim.

Lanjut Philip Lagi "kami sedang mengejar pacar sikorban guna melakukan penyelidikan lebih lanjut atas Kasus ini "Terang Perwira PAMA yang Gampang Senyum ini mengakhiri keterangannya.(dms)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191