Buat Laporan di Polrestabes Medan, Oknum Aparat Minta Uang Tangkap Sama Korban

Korban Lidia Br Marpaung dan LP di Polrestabes Medan.
DETEKSI.co - Medan, Malang benar nasib yang dialami Lidia Boru Marpaung (49) warga Jalan Perjuangan Gang Roma Blok 38, Kecamatan Medan Perjuangan ini, pasalnya sudahla menjadi korban pengelapan yang dilakukan anggotanya sendiri, dia juga diduga menjadi korban "penipuan" yang dilakukan oleh oknum aparat yang bertugas di Polrestabes Medan. 

Penipuan berwal ketika korban Lidia br Marpaung melaporkan anggotanya berinisial R Boru Nainggolan warga Jalan Permai Gang Amal, Kecamatan Medan Perjuangan ini ke Setral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan guna mebuat laporan pengaduan tentang peristiwa pengelapan yang dilakukan Riniati dengan nomor LP : STTLP/129/I/2019/SPKT RESTABES MEDAN. 

"Berawal ketika saya mengetahui bahwa dagangan saya sering berkurang, sementara hasil penjualan ikan saya tidak pernah bertambah. Setelah saya ditelusuri, ternyata dagangan ikan saya sering di jual oleh Riniati kepada pembeli dan uang penjualannya diambil langsung Riniati ke rumah pembeli tersebut," ungkap korban Lidia. 

Singkat cerita, setelah membuat laporan, kemudian petugas SPKT Polrestabea Medan mengarahkan korban ke Bripda Pama Winda Simanungkalit yang merupakan penyidik di Unit Ranmor Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan (BAP). Usai diperiksa oleh penyidik, korban didatangi dua orang pria yang berpakaian preman yang belakangan diketahui merupakan aparat yang bertugas di Polrestabes Medan mendatangi korban guna untuk melakukan cek tempat.

Usai melakukan cek TKP, oknum aparat yang berinisia B dan bermarga H meminta uang kepada korban dengan alasan biaya oprasional supaya pelaku ditangkap hari itu juga. 

"Awalnya, si B dan temannya bermarga H menjumpai saya di kantin belakang tepatnya dekat kamar mandi lantai satu kantor Polrestabes Medan. Tidak berapa lama oknum bermarga H pergi. Lalu oknum berinisial B itu meminta uang Rp.5 juta kepada saya dengan alasan untuk biaya oprasional supaya pelaku ditangkap hari itu juga," ungkap korban dengan wajah sedih. 

Dengan nada lirih, korban menerangkan, karena tidak memiliki uang sebesar Rp.5 juta dan terus didesak kedua oknum tersebut. Akhirnya korban menyerahkan uang Rp.3 juta kepada oknum B dan H. 

"Kalau uangnya tidak biberikan maka pelaku tidak akan ditangkap, karena terus didesak, saya pun mengatakan sama si B bahwa uang saya tidak ada Rp.5 juta, yang ada hanya Rp.3 juta itupun uang setoran ikan," ungkap korban lagi. 

Kemudian, oknum si B itu langsung mengambil uang Rp.3 juta tersebut dan langsung pergi berlalu meninggalkan korban. "Sinilah, Rp.3 juta pun jadi," ujar korban Lidia menirukan ucapan oknum B kepadanya, sebari mengatakan," enak kali dia (oknum B) itu, diambilnya uang saya tapi pelakunya sampai sekarang belum juga ditangkap," tandasnya. 

Atas kejadian itu, korban berharap Kepada Kapolrestasbes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto supaya menindaklajuti laporaannya dan dia juga berharap agar memberikan sanksi kepada kedua oknum aparat yang bertugas di Polrestabes Medan tersebut karena telah meminta uang kepada korban dengan alasan untuj uang oprasional. 

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, merasa terkejut, "Siapa yang minta," tanya AKBP Putu melalui pesan WhatsApp pada Rabu (10/4/2019).

Sambung Putu menjelaskan tidak dibenarkan meminta uang kepada korban dengan alasan apapun. "Tidak dibenarkan, WA ke saya STPL nya, " jawanya lagi. 

Terpisah, Wakil Kapolda Sumut, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum ketika dimintai tanggapannya melalui WhatsApp pada Jumat (12/4/2019) kemarin mengatakan laporkan ke Propam atau Irwasda. "Buatkan laporan ke Propam atau Irwasda Polda Sumut," kata Waka Polda Sumut.

Berita sebelumnya, kegundahan pedagang ikan ini berawal ketika ia mengetahui bahwa dagangannya sering berkurang sementara hasil penjualan ikannya tidak pernah bertambah. Setelah ditelusuri, ternyata dagangan ikan miliknya sering di jual oleh pekerjanya yang bernama Riniati boru Nainggolan warga Jalan Permai Gang Amal, Kecamatan Medan Perjuangan kepada pembeli dan uang penjualannya diambil langsung Riniati ke rumah pembeli tersebut. 

"Awalnya saya heran melihat ikan saya terus berkurang, namun uang penjualannya gak pernah nampak," ujar Lidia Marpaung yang mengaku berjualan ikan di pajak Ikan di Jalan Bulan, Medan, Senin (8/4/2019).

Singkat cerita, terbongkarnya kecugiaannya itu lantaran salah seorang pelanggan ikannya berinisial Mus yang merupakan warga asal Aceh kecewa kepada korban (Lidia) lantaran dia tidak diberi utang untuk mengambil ikan milik korban. Dengan ketus Mus mengatakan kepada korban, "Saya tidak klian kasi utang mengambil ikan klian ini, tapi Boru Nainggolan sama si Napitulu yang tinggal di Maplindo itu klian kasi utang ngambil ikan dan uangnya diambil dirumahnya," ujar korban Lidia menirukan ucapan Mus kepadanya. 

Merasa telah dirugikan akhirnya korban pun mendatangi Setral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan guna mebuat laporan pengaduan sesuai dengan nomor : STTLP/129/I/2019/SPKT RESTABES MEDAN. 

"Atas perbuatan Riniati Boru Nainggolan saya telah merugi puluhan juta rupiah, perbuatannya itu sudah dilakukannya selama setahun lebih," beber korban Lidia.

Herannya, tambah Lidia menerangkan kembali, padahal kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan sejak bulan Januari 2019 silam, dan ini sudah bulan April akan tetapi terlapor Riniati tidak juga di panggil atau dibawa ke Polrestabes Medan untuk dimintai keterangan. 

"Anehnya, terlapor tidak juga dilakukan pemeriksaan. Kalu bisa terlapor secepatnya ditetapkan sebagai pelaku dan segera dilakukan penangkapan," pungakas Lidia. 

Sementara penyidik Polrestabes Medan, Bripda Pama Winda Simanungkalit ketika dikonfirmasi, Senin (8/4/2019), melalui telpon selulernya di nomor 08133279XXXX mengatakan bahwa dia baru saja melakukan pemeriksaan terhdap saksi berinisial Mus. 

"Laporannya masih kita kerjakan bang, ini saja, saya baru siap memeriksa Mus (saksi). Sabarlah bang, kita kerjakan pun laporannya," aku mantan petugas unit Lantas Polsek Medan Baru ini.(tim)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191