Dua Bayi Tewas dan Tiga Kritis Peristiwa Ledakan Gas di Petisah

DETEKSI.co - Medan, Ledakan Gas Gas Milik Negara di Jalan Kruing, Lingkungan I, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah goncangkan warga, Konsumen serta karyawan Pajak Pasar Petisah, Kamis (11/4/2019) sekira pukul 18.30 WIB. 

Diketahui tiga ruko mengalami kerusakan hingga 70 % dan diduga kuat awal mula meledakan gas alam tersebut berasal dari rumah tempat usaha yang ditempati sepasang pasutri turunan Tiong Hoa yang diketahui berjualan Bulo Amanda, akibat ledakan itu turut merusak rumah sepasang pasutri atas nama Rahmad dan istrinya yang burjualan Sate kerang/makanan serta satu ruko yang diduga kosong ditinggal pemiliknya. 

Tidak hanya itu, ruko yang berada didepannya mengalami luluh lanta hingga ditaksir mengalami kerusakan mencapai 30 s/d 50 %. Bahkan gedung-gedung ruko sepanjang Jalan Kruing mengalami dindingnya pada retak.

"Kejadian setengah 19.00 WIB, dentumannya dirasakan warga sekitar hingga mencapai 20 meter lebih, kami semua kaget sampai keluar kami semu bang. Pikir kami entah ban mobil yang meledak," ucap Doni salah satu karyawan yang berjualan roti tak jauh dari lokasi ledakan.

Dirinya menambahkan tak sedikit korban yang sudah dibawa ke Rumah Sakit terdekat. " Tadi ada korban laki-laki yang sampai melepuh badannya, sudah tapi semua korban sudah dibawa sama ambulance," sebutnya kembali yang diamini karyawan lain.

Akibat kejadian ini, ratusan warga yang mendatangi lokasi kejadian hanya untuk sekedar menonton hingga menyulitkan pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian, melihat kondisi itu, personil Polsek Medan Baru bersama personil Sabhara Polrestabes Medan yang turun ke lokasi langsung menutup areal lokasi ledakan dengan memasang police line.

"Kalau tidak salah, kejadian serupa pernah terjadi pada 2 bulan yang lalu di kopi Motten itu bang kalau gak salah ya," ketus beberapa karyawan toko roti disana.

Ari Siregar selaku petugas Damkar mengatakan korban hampir berjumlah 10 orang," Tadi ada korban bernama Rahmad yang terkena luka bakar hingga 90 % tubuhnya melepuh sementar istrinya mengalami luka bakar hingga mencapai 50%. Tadi kami (Pihak Damkar) yang ikut membawa korban tersebut ke RS Royal Prima di Jalan Ayahanda," jelas Ari Siregar. 

Dirinya juga menambahkan, ada 2 balita yang meninggal dunia." Kalau tidak salah umurnya berkisar 2 tahunan dan umur 4 tahun dan telah meninggal bang. Dari rumah Rahmad. Disebelahnya juga ada beberapa korban (Etnis Tiong Hoa) dibawa (ke Rs Royal Prima)." Katanya kembali.

Senentara, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang tiba dilokasi dengan didampingi anggotanya dan personil Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dan hingga kini keduanya pun masih belum berkenan memberikan keteranganya. 

Para pemilik ruko dan pedagang disana pun langsung was-was dengan mematikan semua aliran listriknya, lantaran takut peristiwa tersebut dialami oleh mereka. 

Hingga kini pihak Damkar dan berbagai warga yang membantu masih belum tau pasti siapa saja yang menadji korban lantaran ledakan itu.

" Total tidak kurang 10 yang sudah dibawa ke Ambulance tapai ada juga tadi ntaya pelanggan/konsumen/karyawan atau pemilik (ruko) yang dibawa menggunakan ambulance akibat mengalami luka bakar disekujur tubuhnya kena luka bakar semua,"terang warga dan pihak petugas Damkar.

Pajak Petisah Geger 

Akibat kejadian ledakan tersebut pasar Pajak Petisah juga ikut geger bahkan terkejut lantaran derasnya suara ledakan tersebut.

"Jauh kali suara ledakkannya dari Jalan Kriung itu sampai sini (Pajak Petisah), aku kira becak mesin terbakar dekat ini rupanya di ruko di Jalan Kriung sana," kata Nisa penjual pulsa diareal pajak petisah.

Hal senada juga diungkapkan Riska dan Mutia yang berjualan baju dipajak petisah." Tadi kami udah pulang (Kerja) bang. Lalj terdengar suat Booom. Kami kira suara petir atau ada ledakan dekat sini (Pajak Petisah) rupanya dk Jalan Kriung sana," bebernya. 

Kedua gadis remaja ini mengungkapkan. Tak sedikit pedagang hingga karyawan pajak petisah yang berhamburan keluar lantaran derasnya suara ledakan tersebut.

"Semua keluar bang, namanya juga deras kali suaranya. Semua keluar tadi (karyawan) memang sekali tapi deras." Tandas keduanya. (ir)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191