Sekda Kota Medan : Pengembang Harus Pro Aktif Bangun Pasar Timah

Ir. Wirya Alrahman, MM
DETEKSI.co - Medan, Sekda Kota Medan, Ir. Wirya Alrahman, MM mengharapkan pihak pengembang Pasar Timah Medan bersikap lebih pro aktif sehingga dapat mengatasi hambatan selama ini sehingga pembangunan pasar tradisional menuju modern itu segera terealisasi.

Hal itu ditegaskan Sekda Kota Medan kepada Cahaya Pembaharuan Grup di Balai Kota Medan, Selasa (2/4/2019) menjawab pertanyaan terkendalanya sekian lama pembangunan Pasar Timah oleh pihak pengembang dan diduga adanya provokasi kepada pedagang oleh salah satu Oknum anggota DPRD Sumut berinisial BM.

Wirya menjelaskan, untuk melaksanakan pembangunan pasar Timah itu, pihak pengembang harus melengkapi perizinan yang diperlukan serta surat dari pihak PT KAI dan dilengkapi dengan dukungan surat-surat lainnya.

Jika hal ini sudah dipenuhi, jelasnya lagi, pengembang tidak perlu ragu lagi. Apalagi, pihak pengembang sudah melakukan dan menempuh jalur hukum dan menang. "Jadi hal inikan sudah jelas, pengembang harus lebih pro aktif lagi berkoordinasi dengan PD Pasar dan Pemko Medan sehubungan dengan pembangunan Pasar Timah itu," imbuh Sekda yang juga Abang Ipar Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto.

Ketika ditanyakan jika pengembang telah melengkapi proses proses perizinan dan telah berkoordinasi dengan PD Pasar dan Pemko Medan, Sekda Kota Medan itu mengatakan, bisa saja kalau semua sudah selesai dan telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan, bisa saja melaksanakan pembangunan setelah Pilpres bulan April ini.

Menyinggung tentang adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) berkedok uang partisipasi yang dilakukan beberapa oknum di Pasar Timah itu kepada pedagang, Wirya menyarankan pedagang untuk melaporkan kepada pihak berwajib. "Jika itu dilakukan bukan pemerintahan dan dilakukan oleh oknum preman, bisa dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) seperti yang dilakukan Polisi, belum lama ini di Pasar Marelan.

Yang jelas, lanjutnya lagi, PD Pasar Kota Medan sudah melaporkan ke Pemko adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum di Pasar Timah itu. "Saya sarankan pedagang melaporkan hal ini kepada Polisi dan jangan takut diintimidasi oleh pihak manapun kalau bisa membawa bukti yang ada agar proses pemeriksaan dapat berjalan dengan cepat.

Sekdako Kota Medan itu juga mengaku, ada melihat rekaman video Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi A DPRDSU dan dihadiri oleh utusan Pemko Medan Kabag Ekonomi Nasib S.Sos. Kalau pada saat itu, Kabag Ekonomi keluar, saya rasa, wajar saja, karena memang dia suruh keluar.

Perkara kewenangan kenapa harus di DPRD Sumut, padahal kan ada DPRD Medan. Jika dikaitkan dengan lingkungan hidup dan Amdal ada dibagi-bagi ada komisi amdal kabupaten/kota, provinsi ada pusat. Jadi saya, juga heran ada apa dibalik ini, sedangkan Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidi, saat itu diam saja, tidak ada mengomentarinya, lanjut Wirya menyebutkan setelah melihat tayangan video RDP Komisi A DPRD Sumut tersebut.

Dia juga mengetahui, pihak pengembang  sudah memakai jalur tertentu dan semua putusan sudah dimenangkannya. Artinya, pengembang sudah menegakkan hukum dan tidak melanggar hukum.

"jadi semua ada bagiannya, kalau memang itu persoalan Medan, serahkan di Medan, dan kalau provinsi dan Pusat ke sana. Jadi, mungkin pengembang menunggu moment yang tepat untuk menyelesaikan hal ini,"imbuh Wirya.

Tunggu Arahan Pemko Medan

Direktur Operasi PD Pasar Kota Medan DR. Yohny Anwar, MM ketika dikonfirmasikan tentang berlarut-larutnya pembangunan Pasar Timah oleh pihak pengembang yang ditunjuk, menunggu arahan dan aba-aba dari Pemko Medan.

PD Pasar Kota Medan, terang Yohny lagi, menunggu arahan dari Pemko Medan. Dia juga mengaku, telah sempat melakukan pengundian tempat berjualan atau stand-stand penampungan yang telah dibangun oleh pengembang tetapi sampai ini pembangunan Pasar Timah menghadapi kendala karena sesuatu hal, katanya. (Cahaya/Erwan/Red)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191