Becak Dibawa Kabur Pasutri, Joni Terancam Pengangguran


DETEKSI.co - Delitua, Air susu dibalas air tuba. Itulah yang dialami Joni Sunggun Naibaho (25), sudah diberitumpangan eh, becanya malah dibawa kabur.

Awalnya korban memberikan tumpangan tempat tinggal kepada temanya yang sudah berkeluarga dan memiliki 1 orang anak pada Kamis (9/5/2019) sekira pukul 7.30 WIB. Merasa percaya, korban pun memberikan tumpangan, namun tak disangka, pada saat korban sedang tetidur pulas di kosnya yang berada di Simpang Kwala Pajak Impres, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Ternyata kesempatan itu dimanfaatkan pelaku yang akrab di panggil dengan sebutan Pak Agol untuk meguras harta benda korban.

"Begiti melihat saya tertidur, dia (Pak Agol) langsung mengambil uang, beca motor dan berharga lainnya lalu mereka pergi bersama anak dan istrinya," ungkap korban, Minggu (12/5/2019).

Dengan wajah sedih, korban lanjut menerangkan, pada hari naas itu korban tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. Bagitu ia bangun, korban pun merasa heran lantaran kamar kosnya sepi dan tidak ada suara. Merasa curiga, Joni pun memanggil temanya (pak Agol) sambil mencarinya. ketika Joni berada diluar, ia terkejut melihat becak barangnya dan uang yang ada di pakainya untuk bekerja angkat barang di Pasar Induk Louchi sudah tidak ada lagi.

Kemudian, korban pun langsung bergegas mencari keberadaan pak Agol kesemua tempat, termasuk tempat abangnya yang berada di Simalingkar B. Namun pak Agol juga tidak ditemukan.

"Pak Agol teman saya sesama angkat barang di pasar Induk Louchi dan dia mengaku warga Sibolga Desa Barus. Karena dia sudah tidak bekerja lagi dan saya kasian, saya kasi menumpang ditempat kos saya. Tetapi saya tidak menyangka kalau dia mencuri harta saya satu-satunya. Dan saya tanya abangnya, memang benar kalau pak Agol tadi ada bawa becak dan mau dijualnya," beber korban usai membuat laporan di Polsek Delitua.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian 1 unit becak barang serta BPKB STNK, KTP, HP merk Mito, dan uang Rp.250 ribu, dan korban terancam tidak bisa bekerja lagi. Korban hanya bisa berharap supaya pak Agol segera ditangkap.

Terpisah, Kapolsek Delitua Kompol Efianto membenarkan laporan korban. "Sebelum korban membuat laporan, petugas kita melakukan cek TKP dulu, sebelum laporanya diterima," sebut Kompol Efianto. (DB)
Share on Google Plus

About Amd DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191