Belum Ada Jawaban Terkait Laporan Pelanggaran Pemilu, Ratusan Massa Demo Kantor Bawaslu

DETEKSI.co - Nias Utara, Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Gabungan Elemen Masyarakat Dapil Nias Utara 2 (Kecamatan Sawo, Tuhemberua, Sitolu Ori) pada Jumat (10/5/2019) datangi Kantor Bawaslu Kabupaten Nias Utara (Nisut) melakukan aksi damai untuk mendesak Bawaslu segera tuntasakan pelanggaran Pemilu 2019 di Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua, dimana kasus ini beberapa minggu yang lalu telah dilaporkan masyarakat kepada Bawaslu Kabupaten Nias Utara.

Pada saat itu, massa menyampaikan beberapa temuan pelanggaran Pemilu di desa Botolakha Kecamatan Tuhemberua, diantaranya kotak suara yang disimpan di Balai desa dalam keadaan terbuka tanpa segel, ini terjadi pada tanggal 18 April 2019 usai perhitungan perolehan suara di tingkat KPPS yang jumlahnya 9 (sembilan) TPS.

Lestaman Nazara sebagai koordinator massa, menyampaikan PPS Botolakha sengaja membuka kotak suara di 9 TPS untuk memenangkan salah seorang Calon Legislatif di Dapil 2 tersebut dan mengurangi perolehan suara Caleg lain.

Lewat orasinya, Lestaman juga menyampaikan, ditemukan beberapa kejanggalan pada pelaksanaan pemilu di desa Botolakha, antara lain: terdapat pemilih ganda di TPS 5, adanya pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT Pulau Nias namun atas nama pemilih tersebut telah memberikan hak pilihnya. Menurut kami, ini sangat aneh, bagaimana bisa orang yang berada diluar Pulau Nias menggunakan hak pilihnya di desa Botolakha, ungkap Lestaman Nazara.

Kami menduga, dibalik pelanggaran pemilu tersebut, ada aktor yang mmengkonisikan (oknum caleg di salah satu partai politik) dengan tujuan mendobrak perolehan suara atas nama dirinya dengan cara bekerjasama kepada KPPS, terbukti pemilih yang tidak hadir menggunakan hak pilihnya pun pada daftar hadir telah menggunakan hak pilihnya patut diduga ada oknum yang mencoblos surat suara yang bersangkutan, bebernya.

Kurang lebih dua jam massa menyampaikan orasi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Nias Utara, Oibuala Laia, datang menghampiri massa yang berada di gerbang Kantor Bawaslu, beliau menyatakan pihaknya akan menindak tegas oknum yang sengaja melakukan pelanggaran pemilu.

"Bawaslu tidak bermain-main dalam penuntasan kasus ini, bila nanti terbukti telah terjadi pelanggaran, kita proses sesuai ketentuan dan aturan  yang ada ", tegasnya.

Terkait temuan kotak suara yang tidak tersegel di Desa Botolakha, "Hingga saat ini masih on process ", diharap semua pihak untuk tetap bersabar karena masih tahap penyelidikan, ucap Oibuala.

Sambungnya, kita di Bawaslu Kabupaten Nias Utara sudah melakukan klarifikasi kepada 63 orang saksi untuk dimintai keterangan. Dipastikan dalam waktu dekat, kita akan sampaikan hasilnya setelah ada pembahasan bersama Tim Sentra Gakkumdu.

Usai diterima dan ditanggapi orasinya oleh Bawaslu Kabupaten Nias Utara, massa berbalik arah menuju Kantor KPUD Kabupaten Nias Utara di desa Fadoro Fulolo untuk menyampaikan Orasi yang sama. Sangat disayangkan Komisioner KPUD Kabupaten Nias Utara tidak berada di kantor, didapatkan info sedang mengikuti Pleno Rekapitulasi tingkat Provinsi Sumatera Utara di Medan. (F. Lahagu)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191