Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminim : Ulama Hendaknya Menjadi Air Penyubur di Tanah Kering & Penyejuk di Suasana Panas



DETEKSI.co - Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminim Ustad Zulfan Effendy Nababan ketika dimintai tanggapannya, mengenai akan adanya gerakan people power, dalam menyahuti pengumuman hasil perolehan suara rekapitulasi suara KPU RI untuk Capres dan Cawapres menyatakan, bahwa People Power lebih banyak mudharatnya sehingga tidak semua ulama setuju dengan adanya gerakan People Power karena ajaran agama juga mengajarkan bagaimana menghilangkan Mudharat.

"Tidak semua ulama setuju dengan adanya People Power. Apalagi diikuti oleh nafsu yang begitu menggebu-gebu, seharusnya mari kita duduk bersama karena dalam agama juga ada musyawarah," ujar Ustad Zulfan Effendy Nababan, Selasa (21/5/2019).

Semoga menjelang tanggal 22 Mei  ini, dengan kuasa Allah Ta' Ala semua akan baik-baik saja. "Mari kita berdoa bersama-sama untuk para pemimpin baik dari 01 dan 02 dan juga masing-masing pendukungnya akan  lebih memberikan kesejukan," tuturnya.

Perlu diketahui, sebagai warga Indonesia, sebangsa, setanah air selelau menginginkan kebaikan, ketenangan, keamanan dan nyaman. Tak akan ada warga Negara ini khususnya warga Sumut yang menginginkan ketidak baikan, bahkan orang jahat sekalipun masih mengharapkan suasana baik, sehingga harus tetap dijaga. Dengan izin kuasa Tuhan yang Maha Kuasa semoga Republik Indonesia tetap kondusif.

Bahkan orang diluar Negeri sana merasa 'cemburu' dengan Negara Indonesia yang aman, damai dan penuh kekeluargaan serta mempunyai alam yang indah, selain itu memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan tanah yang subur. Sehingga orang luar negeri pernah mengatakan Indonesia sebagai miniaturnya surga di dunia. untuk itu mari kita jaga bersama-sama sebagai putra/putri bangsa Indonesia, keadaan yang aman, tentram dengan penuh kekeluargaan yang didasari kasih sayang.  

Ahsan...Ahsan...Ahsan ...dalam kebaikan kita tetap mencari yang lebih baik lagi. Sebagaimana Allah Ta' Ala memerintahkan Nabi Musa As untuk menemui Raja Firaun dan berbicara dengan lemah lembut, penuh kasih serta penuh hikmah. Padahal Allah SWT sendiri tahu bahwa Fir'aun tidak mendapatkan Hidayah. Namun Allah SWT tetap merintahkan Nabi Musa As untuk menemui Fir'aun dan mengingatkan perkara-perkara kebaikan.

Ustadz Zulfan menjelaskan, siapa Fir'aun itu, Fir'aun itu adalah raja yang sangat Dzolim dan mengaku dirinya Tuhan.

Kemudian, Ustad Zulfan berpesan di bulan Rahmadhan yang penuh berkah ini, hendaklah semua umat harus mampu menahan nafsu dan memperbanyak Silaturahim, karena Nabi Muhammad SAW  juga tidak suka perang, dan dia berharap kepada Ulama, hendaknya dapat menjadi air di tanah yang kering, kalau bukan ulama yang memberikan kesejukan lalu siapa lagi.

"Perbedaan pendapat atau merasa kecolongan hendaklah menggunakan jalur yang sudah disediakan dengan melaporkannya ke Bawaslu dan MK, jangan disebar kesana-sini sehingga dapat menimbulkan fitnah, apalagi sampai saling mencaci. Semua persoalan dapat diselesaikan, dengan cara duduk bersama dan bermusyawarah seperti ajaran Nabi yang disampaikan kepada umatnya," pesannya. (ril/red)
Share on Google Plus

About Amd DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191