Hasil Negosiasi Lurah Sioldengan Umar Ritonga DPO KPK di Ciduk Dirumah Mertua

DETEKSI.co - Labuhanbatu, Setahun menjadi buronan, Umar Ritonga tersangka kasus suap eks Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, dijemput pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/7/2019) di kediaman mertua nya di Jalan Batu Sangkar, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumatera Utara. 

Informasi yang di rangkum Penangkapan DPO kasus korupsi diketahui atas hasil Negosiasi M.Yusuf selaku Lurah Sioldengan dengan pihak keluarga Umar ritonga Mertua dan abang kandung Umar ritonga atas perintah dari penyidik KPK kepadanya.

" Alhamdulillah atas Saran dari penyidik KPK RI dan sugesti dari saya sebagai Lurah Sioldengan, Mertua Umar Ritonga dan Abang Umar berinisial Nassir Ritonga, bersedia menyerahkan Umar Ritonga," Ujar M.Yusuf Pada siaran Pers nya.

Pada penjelasan,M.Yusuf juga mengaku sedang melakukan pendampingan atas tertangkap nya  Umar Ritonga guna penyerahan DPO kasus korupsi tersebut kekantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diJakarta ," ini lagi di jalan, cuma beda mobil" akunya.

Sementara pada siaran Pers nya Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan penangkapan dilakukan pihak nya.

"Ya, pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, yaitu UMR (Umar Ritonga)," katanya.

Tim KPK, kata Febry, dibantu personel Polres Labuhanbatu mendatangi lokasi keberadaan Umar Ritonga. "Mengetahui UMR berada di rumah dan kemudian tim melakukan penjemputan dengan bantuan Polres Labuhanbatu," bebernya.

Pihak keluarga bersama lurah setempat juga koperatif menyerahkan UMR untuk proses lebih lanjut. "KPK menghargai sikap koperatif tersebut," imbuhnya.

Selanjutnya, UMR segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut. KPK, katanya berharap penangkapan DPO ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses proses hukum. Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi.

Setahun terakhir nama Umar Ritonga mendadak tenar setelah berhasil lolos dari target operasi tangkap tangan (OTT) KPK RI terhadap Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, 17 Juli 2018.

Umar disebut-sebut sebagai "orang penting" dalam kejadian itu. Dia disinyalir sebagai kepercayaan Bupati Pangonal saat pengambilan uang suap.

Namun, Umar berhasil lepas dari "cengkraman" pihak KPK saat membawa uang senilai Rp 500 juta dari salah satu bank di Rantauprapat. Uang tersebut bukti dugaan proses suap seorang swasta Efendi Syahputra alias Asiong Kobra terhadap Bupati Pangonal.

Umar cukup licin. Meski tim KPK telah memperlihatkan tanda pengenal, tapi Umar tidak mengindahkan. Dia melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Dan, nekat menerobos hadangan.
(Dian)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191