Jembatan di Kalibaru di Bojong Gede Diduga Ilegal

DETEKSI.co - Bogor, Jembatan di Kali Baru, Bojonggede, Kab. Bogor yang dibangun di atas sungai guna menghubungkan kedua sisi diduga banyak yang tak berizin alias illegal. 

Jembatan yang melintang sepanjang Kalibaru itu kebanyakan dibangun oleh masyarakat secara liar tanpa mengantongi izin baik dari Dinas SDA Jabar UPTD Bogor maupun Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang mengatur perizinan pinjam pakai lahan milik negara. 
Hal tersebut terungkap setelah beredar surat teguran serta permintaan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten dan Kota tentang  banyaknya jembatan yang dibangun serta digunakan secara umum dan atau secara personal. 

Ketika ditelusuri di lapangan, memang banyak dijumpai jembatan berdiri di lahan GSS (Garis Sepanjang Sungai) sekitar Kalibaru yang kuat diduga tidak dilengkapi dengan perizinan dari Dinas SDA dan PUPR Kabupaten Bogor, berdiri secara ilegal. 

Ketika dikonfirmasi, Camat Bojongede J.Dace Hatomi.S.IP menyebutkan, "terkait banyaknya jembatan yang ada di Kecamatan Bojonggede terus terang saya belum pernah menghitung ada berapa jembatan yang ada, karna dari mulai Desa Waringin Jaya yang berbatasan dengan Cilebut sampai yang berbatasan Depok pasar Citayam itu pasti ratusan jumlahnya," ujarnya. 
Menurutnya, baik jembatan yang dibangun secara permanen oleh para pengembang perumahan maupun jembatan yang dibangun oleh masyarakat, serta sarana penyeberangan untuk rumah ibadah, sekolah dan sarana perlintasan lainnya yang dibangun oleh swadaya masyarakat, hanya ada beberapa yang berizin. 

Dan saya tidak tau pasti jumlahnya karna izinnya itukan dari SDA Provinsi Jawa Barat dan Dinas Satu Pintu Provinsi Jawa Barat yang menyangkut dengan pemanfaatan lahan milik pemerintah, karna sungai dan kali itukan di bawah pengawasan PSDA, tambahnya. 
Lebih jauh ia menyebutkan, kami juga telah melakukan pembongkaran jembatan tak berizin, meskipun sebenarnya lahan yang ada di seberangnya adalah lahan milik pemda, sudah dibebaskan buat jalan, ucap Dace. 
Namun ia mengaku khawatir bila semua dibongkar akan menjadi masalah di kemudian hari. Untuk itu ia berharap ada proses teguran oleh Dinas SDA, UPTD dan diteruskan tegurannya oleh Sat-Pol PP. Bila ternyata tidak ada tanggapan dan memang sebenarnya tidak bertuan maka bisa  dilakukan pembongkaran dengan mengerahkan alat berat. 

Namun walaupun jembatan sudah kita bongkar tetap saja aliran sungai Kali Baru tidak lancar, dikarnakan endapan serta pendangkalan kali. Hal tersebutpun sudah kita kordinasikan serta minta bantuan kepada dinas lingkungan hidup dibersihkan, SDA juga sudah, namun akhirnya setiap hari Jum'at kita adakan kerja bakti gotong royong bebersih seperti itu semampu kita dengan keterbatasan dan ketiadaan alat -alat yang memadai.

Lebih jauh Dace menyebutkan sejauh ini pihaknya telah banyak melaporkan keberadaan jembatan illegal itu ke instansi terkait namun sejauh ini belum ada surat teguran.

"Intinya  banyak jembatan yang tidak memiliki izin," tutupnya. ( Deddy rizqy )
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191