Ketua Presidium Putra Daerah Sinyalir Ada Dugaan Praktek Korupsi di PT. PPE

DETEKSI.co - Bogor, Kabar miring yang menyelimuti BUMD PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE), dengan dugaan banyak terjadinya praktek korupsi. Hal ini dapat dilihat secara gamblang, seperti dugaan pembelian aset tanah yang tumpang tindih dengan lahan perhutani, yang akan digunakan untuk unit bisnis quary, tapi saat ini tidak berjalan, dan dikerjasamakan dengan perusahaan milik asing yakni cina.

Bahkan beberapa elemen masyarakat pun menyoroti pembelian lahan yang di duga adanya mark up, juga dugaan pembelian alat berat yang tanpa tender dan pembelian mesin stone crusher yang telah di mark up begitu besar hampir 2 kali lipat.

Ditambah pembuatan turap dan tanggul penahan tanah yang harganya diatas rata-rata ini membuktikan begitu menggurita dugaan korupsi yang dilakukan oknum di tubuh PPE.

Belum lagi dugaan korupsi yang tak sedap di unit bisnis aspal mixing plant pembelian mesin-mesin alat berat amp yang patut diduga adanya dugaan korupsi krena semua alat yang di beli PPE merupakan produk Cina, ditambah lagi dugaan mark-up pemblian DT yang patut di duga terjadi korupsi.

Dugaan tersebut disebabkan tidak ada transparasi anggaran, maka elemen masyarakat meyakini dugaan mark-up, termasuk pembiayaan rapat dan biaya rumah tangga sarana dan prasarana yang di duga di mark-up oleh oknum.

Elemen masyarakat dari Presidium Putra Daerah pun mensinyalir adanya hutang pinjaman direksi sebesar kurang lebih 4,6 milyar rupiah, yang diduga dipakai untuk kepentingan pribadi ditambah lagi permasalahan unit bisnis Cariu yang dikerjasamakan dengan pihak ke 3 dan penyewaan lahan atau kerjasama yang merugikan pihak PPE dengan membayar fee di muka 1.3 Milyar terhadap pihak ke 3 per orangan.

Hal ini masih ditambah dengan dugaan pembohongan terhadap gaji karyawan yang dilaporkan ke dinas ketenagakerjaan dan yang di terima oleh pegawai berbeda, hal ini, menurut Presidium Putra Daerah, merupakan perbuatan dzholim yang amat sangat luar biasa.

Saat dikonfirmasi Jumat ( 26/07/2019 ) sekitar pukul 08:00 Ketua Presidium Putra Daerah Ikhsan Awaludin mengatakan, Kami meminta Kejari Cibinong menetapkan dan mengekspose dugaan korupsi yang dilakukan oknum PT PPE sehingga menyebabkan kerugian di semua lini, karena salah urus dan manegemen alhasil PT PPE mengalami keterpurukan alias bangkrut,katanya melalui pesan Whatsapp pada 26 Juli 2019.

Kami juga meminta Kejari Cibinong mengekspose hasil pemeriksaan terhadap direksi PT PPE dan kepala divisi-divisi yang berhubungan langsung dan meminta bupati mengadakan RUPS luar biasa, bahkan memecat atau memberhentikan Direktur dari jabatannya, dan meminta proses hukum untuk ditindak lanjuti sampai tuntas, tegasnya.( Deddy rizqy )
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191