Penetapan Pemenang Paket Proyek Dinas Bina Marga Prov. Sumut Diduga Sarat KKN

DETEKSI.co - Nias Utara, Enam Paket Proyek di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara yang diperuntukkan diwilayah Kepulauan Nias tahun TA. 2019 gagal dikerjakan /gagal Tender.

Hal ini diduga dikarenakan keenam Paket proyek tersebut para Kontraktor yang ikut Pelelangan di Pokja Pemilihan: 11-PK Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tidak melalui Kepala UPTJJ Gunungsitoli.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2019 diketahui ada 14 Paket Proyek disarankan dikepukauan Nias, namun hanya 8 Paket yang ditetapkan Pemenangnya, itupun diduga adanya Praktek pada penetapan Pemenang dimaksud.

Dugaan adanya persengkongkolan Penetapan hasil pemenang di delapan Paket Proyek tersebut diperkuat dengan adanya Sanggahan dari CV. LAMMARISI (Kontraktor peserta lelang Paket Proyek) tertanggal, 28 Juni 2019.

Direktur CV. LAMMARISI, Roy S Siregar saat dikonfirmasi via Seluler (02/7/2019) mengatakan, pihaknya telah membuat Surat Sanggahan yang ditujukan kepada Pokja Pemilihan: 11-PK Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena kita menilai penetapan hasil pemenang terindikasi adanya kecurangan dan persengkongkolan antara Pokja dengan peserta lelang tertentu, juga diduga kuat adanya pihak ke tiga yang mengarahkan Panitia Pokja Pemilihan.

"Diduga kuat penetapan hasil Pemenang 8 Paket Proyek tersebut adanya unsur KKN, salah satu bukti kita sebagai Peserta lelang tidak diundangkan untuk klarifikasi dokumen, lalu ditetapkan / diumumkan Pemenang tanggal 27 Juni 2019", ucap Roy S Siregar.

Kita sebagai peserta lelang menyayangkan Pokja Pemilihan: 11-PK Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tidak profesional dimana penetapan hasil Pemenang melabrak aturan dan mekanisme yang ada, cetusnya.

Salah satu contoh, lanjut Roy S Siregar, Pada Paket Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Lahewa-Afulu di Kabupaten Nias Utara dengan nilai HPS Rp. 2.650.000.000,-(dua miliar enam ratus lima puluh juta), CV. IHAKA yang ditetapkan menang tender dengan nilai penawaran Rp. 2.602.856.789.63,-. Sementara kita CV. LAMMARISI dengan nilai penawaran terendah yakni Rp. 2.273.093.945.50,- (selisih penawaran 300 juta lebih) tidak menang, jangankan dijadikan Pemenang, diundang untuk Klarifikasi pun tidak, kesal Roy. 

Sambungnya, Lewat surat sanggahan, kita menolak penetapan CV. IHAKA sebagai pemenang tender Paket Proyek "Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Lahewa-Afulu di Kabupaten Nias Utara" sebab diduga kuat tidak sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2013 terhadap dokumen, yakni :1). Tenaga Ahli beserta referensi kerja yang dimiliki personil CV. IHAKA apakah sudah sesuai dan benar?; 2). Metode pelaksanaan dan rencana keselamatan konstruksi (RKK); 3). Dukungan Peralatan; 4). Pajak Perusahaan dan Pajak tenaga tetap; dan poin ke 5). Pengalaman Perusahaan, serta aturan dan syarat lainnya didiatur pada Pengadaan Barang/Jasa. Tegas Direktur CV. Lammarisi itu.

Sebelumnya, berulang kali Deteksi.co datangi Kantor UPTJJ di Gunungsitoli untuk bisa konfirmasi kepada Kepala UPTJJ (Ekuator Jaya Daeli), namun tidak berhasil ketemu. Dihubungi via selulernya juga tidak aktif. (F. Lahagu)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191