Harga Pupuk Mencekik Leher, Petani Nias Barat Minta Pemda Pro Rakyat

Goni Pupuk
DETEKSI.co - Nias Barat, Sejumlah Petani yang juga tergolong keluarga kurang mampu/miskin di Kabupaten Nias Barat, keluhkan harga Pupuk Urea harganya semakin melambung tinggi dan terasa mencekik leher, karena tidak mampu membeli pupuk tersebut untuk budidaya pertanian.

Disebutkan, harga pupuk Urea itu dipasaran melalui Kelompok Tani, berat 50 Kg sebesar Rp. 140.000,- sampai Rp. 145.000. Dieceran perkilo mencapai Rp 4.000,- sampai Rp. 5.000,-/Kg, pdahal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp. 90.000,-/Karung.

Atas hal itu Petani meminta, serta berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Barat. Agar berperan aktif mengontrol dan mengawasi harga Pupuk Urea tersebut, demi kelangsungan hidup petani dan perekonomian masyarakat.

YD (58 Tahun), salah seorang Petani dan tergolong keluarga kurang mampu/miskin yang meminta, nama Kelompok Tani nya untuk tidak disebut menyampaikan, harga Pupuk Urea yang mereka beli di Kelompok Tani untuk kalangan dirinya sangat tinggi mungkin bagi kalangan lain tidak seberapa malah dianggap kecil.

"Sebenarnya, kami kaum Petani ini sungguh berkecil hati dengan harga Pupuk yang semakin melambung tinggi itu. Padahal disebut – sebut ada pupuk bersubsidi tetapi harganya dilapangan, 1 (satu) karung 50 Kg sebesar Rp 145.000,-, apalagi kalau beli eceran 1 (Satu) Kg mencapai Rp. 4.000,- sampai Rp. 5.000,-.

Lanjutnya, "harga itu bagi kami (Petani), kaum Petani dan kurang mampu sangat tinggi dan tidak terjangkau. Barangkali bagi orang berkeadaan, itu kecil. "Ungkapnya kepada Wartawan Media DETEKSI.co Jumat, 02 Agustus 2019.

Menurutnya sebagai Petani penyadap karet dan penggarap sawah, salah satu penyebab perekonomian kaumnya itu kurang baik karena harga jual dan beli tidak seimbang.

"Jujur saja, kami (Petani) sekarang sudah mulai putus asa banyak pekerjaan yang sudah kami geluti sebagai penyadap karet, penggarap sawah sambil berkebun namun sangat – sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan".

Dipertegasnya sambil menguraikan, dengan harga jual karet perkilo hanya Rp. 6.500,- kalau kami dapat getah 20 kilo perminggu, itu kalau cuaca bersahabat. Hitung – hitung jumlah pendapatannya berapa?, jadi beli kebutuhan hari – hari ditambah keperluan sekolah anak – anak.

"Ya bagaimana kami (Petani) bisa membeli Pupuk semahal dan sebanyak itu yang dibutuhkan di budidaya pertanian, kita tahu bahwa bercocok tanam tanpa pemupukan kadang hasilnya kurang memuaskan, apalah daya….. !

"Minta Perhatian Pememerintah Daerah Setempat"

Ia berharap kiranya Pemerintah Daerah Nias Barat berperan aktif, menstabilkan harga jual dan beli pupuk tersebut.

"Kami Petani hanya bisa berharap kepada pihak Pemerintah, agar mengontrol dan mengawasi harga pupuk tersebut demi kelangsungan hidup petani dan perekonomian masyarakat. "Ungkapnya.

Ditempat berbeda, Petani berinisial HH (52 Tahun), juga menyampaikan harapan sama kepada Pemerintah Daerah Nias Barat supaya pro rakyat.

"Bukan kami menangih ikrar yang di dengung – dengungkan kala itu oleh Kepala Daerah, seperti yang tertuang dalam visi misi Pemerintah Kabupaten Nias Barat.

Tapi hanya satu harapan berlaku adil pro rakyat, saat ini kami masyarakat bawah terbentur dengan pengadaan pupuk karena tidak mampu membeli. "Ungkapnya dengan raut muka dan nada mengeluh. (Utema Gulo)
Share on Google Plus

About DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191