Kerap Memaki Istri dan Mertuanya, Sumarsono Tewas Dibunuh Adik Ipar

Korban saat di temukan tewas bersimbah darah. 
DETEKSI.co - Medan, Cekok mulut dengan Adik Ipar, seorang kuli bangunan ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tamu rumahnya di Jalan Sultan Ujung, Desa Sampali, Kecamatan Percut SeiTuan, Sabtu (10/8/2018) dini hari.

Korban Sumarsono (35) tewas mereggang nyawa setelah ditusuk pisau oleh Adik Iparnya sendiri berinisial Da (45) yang tinggal serumah dengan korban.

Informasi yang dihimpun, petaka tersebut terjadi sesaat setelah keduanya terlibat cekcok. Tersangka mengaku tak terima atas perlakukan korban yang sering memaki istrinya, Malinda (31) dan Mariam (59) yang merupakan ibu kandung korban sendiri.

Keributan itu semakin tak tertahankan,kemudian, pelaku akhirnya mengambil sebilah pisau dan mengejar korban sambil menghujamkan pisau tersebut ke tubuh abang iparnya sendiri.

Seketika, korban pun jatuh bersimbah darah tanpa bergerak dengan posisi telungkup di lantai ruang tamu rumahnya.Tak berapa lama kemudian, istri pelaku yang mendengar jeritan minta tolong berlari dari dalam rumah menuju ruang tamu.

Di situ dilihatnya abang kandungnya, Sumarsono telah tewas bersimbah darah ditangan suaminya sendiri. Melihat itu, korban pun histeris dan menangis sejadinya, sembari meminta tolong.

Akibatnya, saluruh tetangga korban pun ramai berdatangan. Sementara, karena takut di massa pelaku memilih kabur dan menyerahkan diri ke rumah seorang anggota Brimob, Aiptu Agus Gunawan yang tak jauh dari rumah pelaku.

Selanjutnya, personil Brimob yang mengamankannya menghubungi personil Percut Seituan untuk datang ke lokasi. Tak lama kemudian personil Polsek Percut Seituan datang ke lokasi dan memboyong pelaku ke Polsek Percut Seituan.

Sementara jasad korban dibawa tim Inafis Polrestabes Medan ke Rumah Sakut Bhayangkara, Medan guna dilakukan outopsi. Panit Reskrim Polsek Percut Seituan, Ipda Supriadi saat dikonfirmasi, wartawan, Sabtu (10/8/2019) mengaku telah mengamankan tersangka dan barang bukti berupa satu bilah pisau yang digunakan untuk membunuh korban.

“Tersangka mengaku nekat membunuh korban karena dendam lantaran korban sering memaki istri dan mertua pelaku yang juga adalah ibu dan adik korban,” terang Ipda Supriadi.

Akibat perbuatannya tersangka terancam Pasal 340 Subs 338 KUHPidana dengan ancaman minimal 15 tahun penjara. (Dc/ir)
Share on Google Plus

About Amd DETEKSI.co

Redaksi DETEKSI.Co Menyajikan Informasi Berita Terkini, Kritis & Konstruktif
Hubungi Redaksi : 085372729191