Komisi III DPR-RI, HM Raden Syafii, SH.MHum : Tanah Sarirejo Medan Polonia Milik Kedatukan Sukapiring

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Gerindra, HM Raden Syafii menegaskan tanah warga Sarirejo yang luasnya lebih dari 200 hektare yang kini sudah puluhan tahun bersengketa dengan TNI AU Lanud Medan, sebenarnya pemilik aslinya adalah Kedatukan Sukapiring.

Karena itu penyelesaiannya harus diselesaikan melalui ahliwaris pemilik tanah yang asli Seperti diketahui Pemerintahan Kesultanan Sultan Deli ini masa lalu, terdiri  dari empat Kedadukan. Satu diantaranya Kedatukan Sukapiring.

Selain kepemilikan aslinya Kedatukan Sukapiring, lokasi tanah yang berada di Kecamatan Medan Polonia itu, semakin runyam, karena sarat dengan beragam kepentingan, maupun politik dan lainnya. Akibatnya sampai hari ini tidak akan bisa terselesaikan, katanya dihadapan ratusan orang warga Subur Lingkungan II Kelurahan tersebut, Sabtu malam (2/2/2019).

Raden Syafii yang lebih dikenal  dengan sapaan nama  Romo itu mengunjungi masyarakat kelurahan itu dalam rangka melakukan Dengar Pendapat Masyarakat ,khususnya berkaitan dengan permasalahan sengketa pertanahan antara masyarakat dengan TNI AU.

Dia berkeyakinan sengketa tersebut tidak akan  bisa diselesaikan oleh pemerintahan Presiden Jokowi dalam waktu yang singkat, karena  masa baktinya hanya tinggal sampai bulan Oktober 2019. Kalau pemerintahan Jokowi mau menyelesaikan sengketa pertanahan ini, berpihak kepada rakyat, "Tentu sudah selesai diawal pemerintahannya" kata Syafii. 

Menurut anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan Sumut I besarnya kepentingan  dalam sengketa ini, sudah banyak pejabat yang harus kena copot, termasuk Menteri Agraria/BPN, Fery Mursidan Baldan.Karena itu dia mengatakan masyarakat Sarirejo jangan terlalu berharap kepada pemerintah yang berkuasa sekarang ini untuk bisa berpihak kepada masyarakat Sarirejo.

Walaupun setiap hari  melakukan aksi unjukrasa, baik kekantor  BPN Provinsi, kantor gubernur, mapun DPR D Sumut, pemerintah pusat tidak akan peduli. Sekalilagi ditegaskannya penyelesaian kasus ini hanya bisa diselesaikan oleh preiden. Lain itu tidak. Sebab kasus ini sudah bernuansa politik tingkat tinggi

Dikatakannya bila masyarakat Sarirejo memberi kepercayaan kepada Prabowo untuk memimpin negara yang besar ini daam Pilpres 17 April nanti, diyakininya barulah  enyelesaian tanah sengketa Sarirejo ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.Sebab partai Gerindra dengan koalisinya akan menyelesaikan semua kasus-kasus pertananahan sesai dengan Undang undang Pertanahan yang berpihak kepada rakyat.

Mantan anggota DPRD Kota Medan dan mantan Ketua Fraksi PBR RDPR Provinsi Sumut ini yang menimba pendidikan hukum di Fakultas Hukum USU ini, berterus terang tidak tahu masalah pertanahan, tapi dia memahami tentang Politik Hukum Tanah. (Zainal Arifin)
Share:
Komentar

Berita Terkini