Rampok Korban Hingga Tewas, Duo Residivis Pincang Dipelor Polisi

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Sat Reskrim Polrestabes Medan, berhasil meringkus dua tersangka perampokan yang menyebabkan korban Loei Wie Loen meninggal dunia. 

Ramadan Manalu (44) warga Jalan Pasar III No.5 Medan ini terpaksa ditembak kakinya karena melawan petugas saat akan diamankan. 

Tersangka merupakan residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara dalam kasus pemerasan di Polsek Medan Barat dan Polsek Medan Timur.

Sedangkan satu tersangka Arif sudah lebih dulu ditangkap. Tersangka Arif juga pernah ditangkap tahun 2018 dalam kasus narkoba dan perampokan.

"Kedua tersangka yang salah satunya ditembak kakinya ini adalah residivis," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto SH SIK MSi yang disampaikan melalui Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SH SIK MH, Rabu (27/3/2019) siang. 

Lanjut dikatakan Kasat Reskrim, perampokan yang dilakukan kedua pelaku hingga menyebabkan korban tewas ini terjadi pada Rabu, 18 Juli 2018, silam, sekira pukul 05.30 WIB di Jalan MT. Haryono, Kecamatan Medan Timur tepatnya di depan Uniland Plaza. 

"Setelah peristiwa yang menimpa korban terjadi, kemudian kakak kandung korban melaporkan kejadian itu ke Mapolrestabes Medan. Sedangkan korban yang dalam kondisi luka parah lalu dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh," ungkap Kasat Reskrim seraya mengatakan sepeda motor Honda BK 2909 KM dan uang milik korbannya juga hilang dalam peristiwa itu. 

Tak lama dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh, sekira pukul 10.00 WIB, korban akhirnya meninggal dunia.

"Dibawah pimpinan Kanit Pidum, Iptu Husein SIK akhirnya tersangka Arif berhasil ditangkap pada Senin (25/32019) kemarin," urai Kasat Reskrim. 

Berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka Arif diketahui jika Ramadan Manalu sedang berada di dalam rumah seorang warga di Jalan Karya Wisata, Medan.

"Mendapat informasi berharga tersebut, kemudian Tim Pegasus langsung melakukan penangkapan terhadap Ramadan Manalu. Namun saat akan diamankan, pelaku Ramadan Manalu mencoba melawan petugas, sehingga diberikan tembakan tegas dan terukur dengan menembak kakinya," tegas Kasat Reskrim. 

Selanjutnya, pelaku dibawa keep Rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapat perawatan medis.

"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku Ramadan Manalu dan Arif mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan MT. Haryono Medan dengan memepet sepeda motor korban hingga korban terjatuh ke aspal lalu meninggal dunia," papar Kasat Reskrim. 

Imbas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan dengan Pasal 365 ayat (2) KUHPidana tentang perampokan yang menyebabkan korban tewas dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini