SPRI Sumut Desak Kapolda Sumut Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Wartawan dan Tutup Lokasi Judi

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Medan, Mencermati peristiwa penganiayaan dan kekerasan yang dialami Budi Hariadi Pimpinam Redaksi Pos Metro pada Kamis (28/03/2019) sekira pukul 14.00 WIB, di Jalan Veteran Simpang Helvetia Komplek Brayan Trade Center Desa Helvetia, Kecamatan Medan Deli, yang diduga dilakukan Ationg, yang disebut-sebut bandar judi tembak ikan bersama 4 orang pengawalnya yang berpostur tegap dan berambut cepak. 

Berdasarkan penjelasan korban yang tertuang di dalam STPLP Polsek Medan Labuhan menyebutkan tujuan kehadiran korban ke lokasi tersebut tidak lain hendak mengkonfirmasi terkait dugaan aktivitas perjudian tembak ikan yang santer dibicarakan warga Medan.

Namun, tujuan mulia Pimred Pos Metro dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana secara tegas diatur dalam pasal 4 ayat 3 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ini dikhianati dan dilanggar oleh Ationg, sang bandar judi tembak ikan bersama 4 orang pria berambut cepak yang mengaku sebagai pengawas di lokasi tersebut. 

Menanggapi peristiwa itu, Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Republik Indonesia (DPD SPRI) Provinsi Sumatera Utara angkat bicara dengan tegas menyatakan sikapnya mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menangkap pelaku yang disebut-sebut berjumlah empat orang termasuk Ationg bandar Judi Tembak Ikan dan menjerat para pelaku tidak hanya menggunakan KUH-Pidana, tetapi juga wajib menerapkan Pasal 18 ayat 1 Undang Undang Nomo 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

"Meminta semua lapisan masyarakat untuk menghargai dan menjunjung pekerja Pers sebagai insan yang menjalankan tugas profesinya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers," ujar Sekretaris Jendral (Sekjend) DPD SPRI Provinsi Sumatera Utara, Devis Karmoy, Sabtu (30/3/2019).

Selain itu, Devis menegaskan segala bentuk perjudian di Sumut khususnya Kota Medan yang selama ini sangat meresahkan masyarakat, dan juga dilarang oleh ajaran agama mana pun harus dibumihanguskan

"Diminta kepada pihak Kepolisian selaku penegak hukum segera membumihanguskan segala bentuk perjudian di Provinsi Sumut khusunya di Kota Medan," tegas Devis Karmoy. 

Pun demikian, lajut Devis menyerukan kepada aparat kepolisian untuk lebih intens dan peduli terhadap keluhan masyarakat terkait keberadaan lokasi yang kerap dijadikan sebagai tempat perjudian.

Lebih lanjut, Devis menambahkan, selain lokasi judi tembak ikan yang berada di Jalan Veteran Simpang Helvetia Komplek Brayan Trade Center Desa Helvetia, Kecamatan Medan Deli, arena judi ala Las Vegas yang ada di Pasar VII Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang harus dibumihanguskan.

"Aparat penegak hukum jangan "tutup mata" dengan keberadaan lokasi judi ala Las Vegas yang di duga beromzet ratusan juta rupiah perhari itu," tegasnya kembali. 

Devis juga menyerukan kepada seluruh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda, Tokoh Pers, Para Praktisi Hukum dan aktivis untuk perang terhadap praktik perjudian yang melibatkan oknum aparat negara.(tur)
Share:
Komentar

Berita Terkini