Hasil Mufakat, Warga Merpati Diperbolehkan Milih di TPS 14

Editor: Irvan author photo

Waka Polrestabes Medan AKBP Rudi Rifani didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dan Petugas Panwascam.  (foto/DETEKSI.co)

DETEKSI.co - Medan, Sejumlah pemilih di Tempat Pemilihan Suara (TPS) 14 di kawasan Jalan Merpati II Prumnas Mandala, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percur Sei Tuan, kecewa tidam dapat melakukan hak pilihnya di TPS tersebut, Rabu (17/4/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa sekitat 50 orang yang berdomisili di Jalan Merpati II, Jalan Walet dan Jalan Garuda I tidak dapat menyalur hak pilihnya.

Salah seorang masyarakag yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, awal keributan itu dipicu karena sejumlah masyarakat yang datang tidak memiliki undangan C6 namun mereka terdaftar sebagai di pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut.

"Awalnya, kami datang sekira pukul 11.30 WIB ke TPS 14 dengan membawa KTP, karena kami tidak menerima undangan  C6, dan kami juga terdaftar dalam (DPT), makan kami datang dan KTP kami pun dikumpul untuk didata dalam daftar pemilih khusus (DPK). Kemudian kami disuruh tunggu karena pembukaan untuk DPK dimulai sekira pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Setelah pukul 13.30 WIB KTP kami dikembalikan dan kami tidak boleh memilih karena waktu pendaftaran DPK sudah tutup," ujar warga tersebut, Rabu (17/4/2019).

Sambung emak-emak itu lagi, bagaimana mau memilih lagi, sementara KTP masyarakat yang ditahan mereka kembalikan sekitar pukul 13.30 WIB.

Lantaran ditolak, masyarakat yang tidak dapat memilih tersebut melakukan protes kepada Ketua KPPS 14, Dedi, namun Ketua KPPS tersebut tidak mengindahkan perotes yang dilakukan oleh masyarakat tersebut.

Karena tak ditanggapi, situasi pun mulai tak kondusif dan warga semakin ramai berdatangan ke TPS 14.

Mendapat informasi adanya keributan di TPS 14, Waka Polrestabes Medan AKBP Rudi Rifani,SIK didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dan Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri dan sejumlah petugas Brimob menuju ke lokasi guna meredam situasi agar kembali kindusif.

Sementara salah seorang pemuda yang mengaku sebagai petugas Panwascam Percut Sei Tuan pelit informasi ketika di konfimasi DETEKSI.co mengenai keributan tersebut.

"Maaf ya, saya tidak mengetahui penyebab persoalan tersebut," ujar petugas Panwascam yang mengenakan jaket kain warna merah itu.

Amatan dilokasi, setelah disepakati, masyarakat yang tidak dapat memilih itu diperbolehkan melakukan hak pilih dengan tenggang waktu yang disepakati sekira pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB dan itu dikhususkan bagi warga masyarakat yang berdomisilih di Jalan Merpati II, Jalan Walet dan Jalan Garuda I.

Lewat dari waktu yang telah disepakati tersebut maka warga masyarakat yang tidak dapat memberikan hak pilihnya, setelah itu dilajutkan dengan melakukan penghitungan suara.(tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini