Kepengurusan Dirombak, KONI Labuhanbatu Kisruh

Editor: DETEKSI.co author photo
Logo KONI
DETEKSI.co - Labuhanbatu, Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Labuhanbatu meradang. Pasalnya, Ketua KONI Labuhanbatu terpilih Fery Wijaya versi musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (Musyorkablub) Labuhanbatu, Sabtu (24/3/2019) lalu melakukan "cuci gudang" kepengurusan. Akibatnya, terjadi kekisruhan.

Alhasil, sebahagian besar diganti dengan kepengurusan yang baru. Itu diketahui setelah keluarnya Surat Keputusan No29/KONI Sumut tentang perubahan personalia kepengurusan KONI Labuhanbatu.

"Musorkablub yang dihadiri perwakilan KONI Sumut lalu, hanya memilih Ketua menggantikan Plt. Belakangan, terjadi pergantian pengurus dan bidang lainnya," ujar Suwarno, Suhendra, Samsul Sipahutar dan lainnya, Kamis (25/4/2019) di Rantauprapat.

Pasalnya, penerapan hasil pasca Musorkablub yang dihadiri utusan KONI Sumut beberapa waktu silam, diduga tidak sesuai kesepakatan diantara pengurus sesuai Pleno sebelumnya.

Diceritakan mereka, tanggal 11 April 2019, SK Ketua KONI Labuhanbatu dengan nomor : 26/KONI-SU/IV/2019 tanggal 11 April 2019, dikeluarkan KONI Sumut dengan tidak ada pergantian seorangpun pengurus yang lama.

Namun, kembali pada tanggal 22 April 2019 keluar SK baru dengan struktur pengurus diganti. "Pertanyaannya, dasar perombakan sejumlah pengurus itu apa," sebut mereka heran.

Ditambahkan Bareta Barus, dia berharap, seorang pemimpin sebaiknya harus mampu beradaptasi dalam segala hal dan mengubah perbedaan menjadi suatu keindahan.

"Kemampuan pemimpinlah membuat perbedaan menjadi indah dan harmonis. HIndari dan perkecillah konplik di tengah-tengah kelompok. Jadilah pemimpin yang bijak dan cerdas," sarannya.

Terpisah, Syaiful Azwar Sekretaris KONI dan Ojak Hutagalung selaku Humas/Publikasi Media Massa sesuai SK tanggal 11 April 2019 saat ditemui, Jumat (25/4/2019) di Rantauprapat, mengaku heran kondisi kekinian itu. 

Seingatnya, pasca SK tanggal 11 April 2019 diterbitkan, hanya sekali pertemuan pengurus yang dihadiri Fery Wijaya dan mantan Plt Ketua KONI, Ade Huzaini.

Rapat perdana pasca ketua baru pada tanggal 15 April 2019 tersebut, bertujuan membahas persiapan menghadapi Porprovsu mendatang. Belum lagi tuntas, peserta membahas pergantian Bendahara karena mengundurkan diri.

"Pengurus sepakat penentuan Bendahara kewenangan Ketua KONI. Tetapi berkembang ke arah akan digantinya pengurus lain, disanalah terjadi perdebatan hingga selesai rapat, tidak diambil kesepakatan pergantian pengurus lama selain Bendahara," bebernya.

Tetapi sambung Ojak Hutagalung, belakangan, keluar SK KONI Labuhanbatu tanggal 22 April 2019 yang telah merubah sebagian besar pengurus. "Kalau ditanya, saya sendiri heran apa dasar perombakan itu," tanya Ojak.

Ketua KONI Labuhanbatu, Fery Wijaya dikonfirmasi wartawan via pesan singkat melalui handphone, Kamis (25/4/2019) malam, sekaitan kebenaran dugaan 'kisruh' itu, membantah adanya konflik ditubuh organisasi yang kini dipimpinnya.

"Terima kasih atas infonya. Perlu saya garis bawahi di KONI Labuhanbatu pasca Musorkablub tidak ada kisruh yang ada hanya penyegaran pengurus," sebutnya via pesan singkat. (Dian)
Share:
Komentar

Berita Terkini