Diduga Dana Desa Diselewengkan, Pekerjaan Fisik Tak Selesai

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Utara, Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) TA 2018 Di desa Fadoro Hilihambawa Kec. Lahewa Kab. Nias Utara Prov. Sumut, dalam pekerjaan fisik masih belum selesai namun anggaran pembiayaan tinggal sedikit yang tersisa, hal ini terjadi diduga akibat sebagian anggaran diselewengkan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Fadoro Hilihambawa An. ARTINUS ZAI. 

Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, pekerjaan fisik DD di desa Fadoro Hilihambawa TA 2018 terdiri dari 2 item pembangunan yakni pekerjaan pengaspalan dengan volume panjang Rp.1.170 M dan Dwiker plat 1 Unit (sesuai yang direncanakan pada APBDes TA 2018) dengan pagu dana Rp: 676.624.000 tak kunjung selesai, sementara anggaran sudah ditarik 100 %. 

Guna keseimbangan pemberitaan, beberapa Wartawan menjumpai Kades Fadoro Hilihambawa dikediamannya Rabu (01/5/2018) untuk konfirmasi terkait infomasi tersebut yang didampingi oleh salah seorang Anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) DD desa Fadoro Hilihambawa An. Suzuki Gea.

Kades Fadoro Hilihambawa ARTINUS ZAI kepada Wartawan membenarkan bahwa pekerjaan fisik yang bersumber dari DD TA 2018 desa Fadoro Hilihambawa " Belum selesai 100 % " disebabkan adanya surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab. Nias Utara yang menegaskan bahwa batas tanggal 31 Desember 2018 pelaksanaan kegiatan fisik DD TA 2018, lewat dari tanggal tersebut tidak diperkenankan lagi untuk melakukan pekerjaan dilapangan, ungkap Kades.

Tambahnya, Dinas PMD Kab. Nias Utara juga menghimbau apabila ada pekerjaan fisik yang tidak sempat diselesaikan per 31/12/2018, anggarannya di kembalikan. Oleh sebab itu pekerjaan yang belum selesai sesuai yang saya katakan tadi, anggarannya sudah kita kembalikan ke Bank (di rekening desa), kata ARTINUS ZAI sebagai PA anggaran DD.

Ditanya berapa jumlah / besaran anggaran yang dikembalikan di Bank, ARTINUS ZAI tidak bisa menjelaskan dengan alasan dia tidak hafal berapa jumkahnya " Silahkan bapak – bapak tanyakan langsung kepada Bendahara desa berapa jumlah yang ia setor / kembalikan di Rekening " ucapnya.
Atas izin Kades, kru Media meninjau lokasi pekerjaan fisik DD untuk mengambil dokumentasi (foto).

Dilokasi ini, Bendahara desa An. Witerman Gea datang dan turut bersama sama dengan Wartawan meninjau pekerjaan fisik DD dan memberikan penjelasan terkait anggaran yang sudah terserap / terealisasi serta yang sudah dikembalikan ke Rekening desa.
Witerman Gea menjelaskan bahwa anggaran untuk pekerjaan fisik DD di desa Fadoro Hilihambawa yang sudah di setor /dikembalikan ke Rekening desa sebesar Rp. 3.920.000 (Tiga juta sembilan ratus dua puluh ribu rupiah), anggaran tersebut rencananya untuk pembiayaan pekerjaan Dwiker plat yang belum selesai. Kalau anggaran pembiayaan pembangungunan pengaspalan jalan sudah saya bayarkan kepada TPK semuanya (100 %), itu sudah ada tanda terima pembayaran sama kita, bebernya.

Elizudi Gea, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan " Saya sebagai tokoh masyarakat desa Fadoro Hilihambawa sangat kecewa karena pekerjaan pengaspalan dan Dwiker plat yang dibangun melalui DD TA 2018 tidak kunjung siap /selesai " Kesal orang tua itu.

Tambahnya, kami masyarakat sangat berterima kasih atas kehadiran bapak-bapak (Insan Pers-Red) di lokasi ini dan berharap bapak-bapak Wartawan dapat membantu memberikan informasi yang sebenarnya kepada kami soal ketidak selesainya pembangunan di desa kami ini. Kami sangat mengharapkan agar Kades Fadoro Hilihambawa kiranya transparan kepada kami masyarakat perihal penyerapan anggaran DD sehingga pekerjaan fisik tidak bisa diselesaikan sesuai yang telah direncanakan sebelumnya, harap Elizudi Gea. (F. Lahagu)
Share:
Komentar

Berita Terkini