1.300 Imigran Pencari Suaka Nyandar di Cisarua

Editor: Irvan author photo


DETEKSI.co - Bogor, Kawasan wisata Puncak Bogor, hingga kini masih menjadi primadona bagi imigran manca negara, khususnya, di Kecamatan Cisarua. Berdasarkan catatan Pemerintah Kecamatan Cisarua terdapat 1.300 imigran yang bermukim di wilayah Selatan Kabupaten Bogor.

Saat dikonfirmasi Kasi Trantib Kecamatan Cisarua, Yudi Adam, Jumat (14/6/2019) sekura pukul 09.00 WIB, mengatakan kawasan Cisarua menjadi lokasi favorit para imigran yang berasal dari Negara Timur Tengah Asia maupun benua Afrika.

Diantarannya, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, Irak, Iran, Kuwait, Palestina, Sudan, Somalia, Ethopia, Eritaria dan Kongo.

Walaupun mereka berpindah-pindah. Tapi para imigran lebih betah tinggal di Cisarua dibandingkan di Kecamatan lain.

Dalam pendataan Imigran yang dilakukan kecamatan Cisarua Yudi mengaku kerap mendapati kesulitan dikarenakan para imigran yang kerap berpindah-pindah.

Selain itu, kendala lainnya adalah sebagian besar para imigran yang bermukim di kawasan Puncak Bogor tidak fasih bahasa Indonesia,

“Pakai bahasa Inggis dan Arab kita masih bisa komunikasi. Tapi, para Imigran di Puncak Bogor ini kebanyakan hanya bisa berbahasa Urdu.

Terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan melakukan operasi yustisi kepada imigran dan para Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal, Ia menuturkan siap membantu pelaksanaan operasi tersebut.

Yudi mengatakan pihaknya juga mendukung operasi yustisi yang akan dilakukan kepada para imigran dan TKA ilegal.

“Dukungan kami dengan memberikan data hasil pemantauan tim pengawas orang asing Cisarua ataupun bantuan personil saat operasi yang akan dilakukan nanti,” ungkapnya

Di tempat terpisah Kasi Teknologi dan Informasi Pemcam Cisarua, Dodi Permana Jaya menerangkan, keberadaan imigran yang menetap di sejumlah titik wilayah Bogor khususnya di Puncak sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Imigran yang berada di Puncak terbagi menjadi dua golongan yakni pencari suaka dan pengungsi.

Ia menjelaskan, imigran yang datang ke Bogor sebenarnya hanya untuk transit dan mencari suaka politik ke negara Australia maupun negara ketiga lainnya.

“Tapi karena ada perubahan hukum internasional dan kebijakan negara masing-masing, akhirnya mereka tidak bisa ke negara lain atau ke negara asal hinga mereka seperti permanen tingga di Bogor,” pungkasnya. (Deddy Rizqy)
Share:
Komentar

Berita Terkini