Bupati Nias Utara Diminta Copot Camat Sawo dan Kades Lasara Sawo

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Utara, Terkait pemberhentian dan pengangkatan Aparat desa di desa Lasara Sawo Kecamatan Sawo Kabupaten Nias Utara, Bupati Nias Utara M Ingati Nazara diminta untuk mencopot Camat Sawo, Fotani Zai, S. Pd, MM dan Kepala desa (Kades) Lasara Sawo Agustinus Telaumbanua.

Hal ini disampaikan oleh Aktivis dan juga tokoh Pemuda Sumatera Utara, Fa'ahakhododo Telaumbanua, SH alias Bung Fakah Tel, SH kepada Deteksi.co di Lotu, Jum'at (26/7/2019).

Bung Fakha Telaumbanua, SH mengatakan bahwa Camat Sawo, Fotani Zai diduga tidak tahu peraturan, dimana  dia (Camat-Red) Merekomendasikan pemberhentian aparat desa Lasara Sawo an. Atieli Telaumbanua tanpa dasar yang jelas.

Camat Sawo juga merekomendasikan pengangkatan Aparat desa yang tidak memenuhi syarat sesuai yang diamanatkan Permendagri Nomor 67 Tahun 2016 (batas usia calon Aparat desa), yang mana Aparat desa yang baru diangkat an. Bazamati Telaumbanua Jabatan Kepala Dusun I (umur 44 tahun) dan Mesifao Telaumbanua (umur 45 tahun) Jabatan Kepala Dusun III, padahal dalam Undan- Undang dimaksud batas usia calon Aparat desa minimal 42 tahun. Terang Fakha Telaumbanua yang juga Politisi PDI Perjuangan itu.

" Ini jelas suatu tindakan yang bodoh dan tidak tahu aturan, padahal Fotani Zai adalah Camat terbaik di Nias Utara Tahun 2018, namun sayang tidak paham aturan dan terkesan arogan melanggar aturan yang ada " ucap Fakha Tel, SH.

Guna terciptanya Pemerintahan yang bersih dan taat akan hukum, terkhus di Kecamatan Sawo, lanjut Fakha Tel, sangat diharapkan Bupati Nias Utara agar mencopot Camat Sawo Fotani Zai yang diduga bodoh itu.

Kepada Bupati Nias Utara juga diminta jangan mempeti Eskan Pengaduan Masyarakat yang sudah disampaikan tertanggal 09 Juli 2019 silam.

" Ya kita berharap Bupati atau Dinas terkait yang membidangi agar jangan mempeti Eskan Pengaduan-pengaduan publik karena menyangkut kepentingan orang banyak ", tegas Bung Fakha Tel.

Tambahnya, hal yang sama juga kita minta agar Bupati Nias Utara agar mencopot Kades Lasara Sawo, Agustinus Telaumbanua yang diduga memberhentikan dan mengangkat Aparat desa Lasara Sawo tanpa mematuhi aturan.

Kades Lasara Sawo pada bulan Mei 2019 silam memberhentikan Atieli Telaumbanua sebagai Kaur Perencanaan dimana tidak memenuhi unsur sesuai amanat UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa, Permendagri Nomor 67 Tahun 2016 tentang perubahan Permendagri Nomor 84 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Aparat desa dan Perda Kabupaten Nias Utara nomor 3 tahun 2017.

" Diduga pemberhentian dan pengangkatan Aparat desa di desa Lasara Sawo tersebut karena dendam Politik pada Pileg 2019, dimana Atieli Telaumbanua (Aparat desa yang di berhentikan) Tidak mendukung Caleg (Caleg saudara kandung Kades Lasara Sawo), Ujar Fakha Tel.

Selain itu, sambung Fakha Tel, Kades Lasara Sawo mengangkat adik kandungnya an. Bazamati Telaumbanua sebagai Kepala Dusun I yang umurnya sudah 44 tahun serta mengangkat Mesifao Telaumbanua sebagai Kepala Dusun III yang sudah berusia 45 tahun, dimana ini jelas melanggar peraturan yang ada, tutur Tokoh Pemuda tersebut.

Kejadian ini sudah kita laporkan kepada Bupati Nias Utara (06/7/2019) namun sampai saat ini belum ada tindaklanjut. Saya berharap Bupati Nias Utara atau Dinas terkait (DPMD) Kabupaten Nias Utara, segera memproses kasus ini, tanpa harus takut dengan saudaranya Kades Lasara Sawo yang saat ini menjabat anggota DPRD Nias Utara, ungkap Fakha Tel.

Kita minta agar Bupati Nias Utara membatalkan SK Kades Lasara Sawo tentang pemberhentian Atieli Telaumbanua sekaligus mengembalikan dari jabatan sebelumnya (Kaur Perencanaan), begitu juga SK pengangkatan Bazamati Telaumbanua serta Mesifao Telaumbanua sebagai Aparat desa Lasara Sawo, untuk segera dibatalkan demi keadilan dan tertibnya Pemerintah desa di lingkup Pemkab Nias Utara, harap Fakha Tel.

Fakha Tel juga membeberkan, selain melanggar aturan pemberhentian dan pengangkatan Aparat desa, Kades Lasara Sawo Agustinus Telaumbanua, sebelumnya telah menetapkan APBDes tanpa diajukan kepada BPD, dan terakhir diduga telah menggelapkan Rastra, dimana hal ini telah dilaporkan di Polres Nias serta diduga telah melakukan Pungli kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Rastra. 

Tambahnya, dari segi administrasi, sebenarnya Bupati Nias Utara sudah dapat mencopot Kades Lasara Sawo. Kita berharap Bupati M. Ingati Nazara, tegas, demi terciptanya tatanan Pemerintahan yang baik dan bersih di bumi Nias Utara ini, harap bung Fakha Tel. (F. Lahagu)
Share:
Komentar

Berita Terkini