Dua Pelaku Pembobol Kartu ATM Berhasil Diringkus Polisi, Satu Pelaku DPO

Editor: Irvan author photo
Pelaku dan barang bukti.
DETEKSI.co - Biru-Biru, Dua dari tiga pelaku pembobol kartu ATM BRI dengan modus dijepit dengan tusuk gigi. Berhasil diringkus satuan Reskrim Polsek Biru Biru, pada Kamis (25/7/2019) malam, lalu.

Ke dua pelaku yang berhasil diamankan yakni Syamruddin Lubis (51) dan Tata Luckyta Tobing alias Tata (49), keduanya warga Jalan Garu Il B, Gang Cipta Baru, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas. Sementara pelaku David masih dalam pencarian orang (DPO).

Kapolsek Biru AKP Robiatun, SH malui Kanit Reskrim Ipda Agustoni Lumban Gaul,SH, Selasa (30/7/2019) pagi, menjelaskan di tangkapnya kedua pelaku berkat laporan korban Novitaria Bru Tarigan (27) warga Biru-Biru yang menjadi korban penipuan ketiga pelaku yang berpura-pura bantu korban saat di dalam ATM Asmil Yon Armed Desa Candi Rejo, Kecamatan Biru-Biru, pada Sabtu (15/7/2019) siang.

"Sebelum korban ke ATM, para pelaku sudah lebih dulu ke ATM dan memasukan tusuk gigi kedalam mesin supaya ketika korban mengambil uang tidak dapat memasukan kartu ATM miliknya," beber Kanit Reskrim.

Dijelaskanya, begitu korban datang ke ATM dan hendak memasukan kartu, namun tidak dapat memasukan kartunya, para pelaku yang sudah menunggu didekat ATM, langsung menghampiri korban dan berpura-pura membantu. Korban yang sangat memerlukan uang lantas mengizinkan pelaku Syamruddin Lubis untuk membantunya, kemudian memberikan kartu ATM miliknya kepada Syamruddin Lubis. Begitu kartu ditangan Syamruddin Lubis, tanpa diketahui korban kartunya telah diganti pelaku dengan kartu yang telah disiapakan pelaku.

"Pelaku ini sudah menyiapkan jenis kartu yang persis dengan punya korban. Begitu kartu dimasukan pelaku, kartu tidak bisa ditarik karena terjepit dengan tusuk gigi yang sudah duluan dimasukan pelaku. Sehingga pelaku pergi dan meninggalkan korban,"

Lanjutnya, setelah Syamruddin Lubis keluar dari ATM, kemudian pelaku Tata menghampiri korban dan kembali berpura-pura bertanya "kenapa kak..? sini biar aku bantu" kata korban.  Lalu korban menjawab "iya bang, kartunya terjepit", lalu pelaku Tata mengarahkan korban untuk menekan tombol guna memasukan nomor Pin. Mendenagar itu korbanpun menuruti perkataan pelaku. Begitu korban mengetik nomor Pin, pelaku melihatnya dan menghapalnya. Karena kartu juga tidak bisa ditarik, pelaku mengarahkan korban untuk minta tolong kepada tentara yang piket di pos jaga asrama.

Sambunganya menjelaskan, setelah nomor Pin sudah diketahui, para pelaku langsung pergi mengendarai dua unit sepeda motor Honda Bead menuju ATM di Desa Kedai Durian, Kecamatan Dellitua. Setibanya di ATM, para pelaku melakukan penarikan uang tunai sebanyak Rp.5 juta dan mentransfer sebanyak Rp.6 juta ke rekening seseorang atas nama Abdul Muis Harah.

Korban yang saat itu sedang berada di rumah, tiba-tiba mendapat SMS Banking dari handphonenya. Mengetahui uangnya sudah ditarik sebesar Rp.11 Juta, korban pun langsung terkejut dan mendatangi Mapolsek Biru-Biru guna melaporkan kejadian yang dialaminya.

"Begitu uangnya hilang, korban langsung curiga dengan kedua pelaku yang membatunya saat di ATM, jadi korban langsung membuat laporan," papar Ipda Agustoni.

Petugas Polsek Biru-Biru begitu mendapat laporan korban, langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Begitu mengetahui identitas para pelaku dari rekaman CCTV yang terdapat di Asrama Armed, petugas langsung mengejar pelaku dan berhasil mengamankan pelaku Tata dan Syamruddin Lubis dikediamanya. Sementara pelaku David keburu kabur dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari pelaku Syamruddin Lubis petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepedator Honda Beat BK 6730 AIF beserta STNK, satu potong jaket levis warna abu-abu, satu buah topi merk Fila, satu buah kaos blong, satu unit HP Samsung, 7 buah kartu ATM, satu buah dompet berisikan uang Rp.250 ribu dan 32 batang tusuk gigi, 2 lembar strok transaksi via ATM, dan satu buah Hlm merk RX.

Dari tangan pelaku Tata berhasil diamankan satu unit sepeda motor Honda bead BK 3815 AIO, satu unit HP. Merk Nokia, dan satu buah baju kaus lambang Pujakesuma.

"Hasil dari introgarasi, pelaku megakui perbuatanya dan sudah 3 kali melakukanya. Dan uang hasil penipuan itu digunakan pelaku untuk berpiya-poya. Pelaku juga mengakui kalau kerjaannya sehari-hari mereka seorang supir angkot di kota Medan," urainya.

Sementara korban, sangat mengapreasi kinerja Polsek Biru Biru yang berhasil menangkap para pelaku.

"Saya sangat bangga dengan kinerja Polsek Biru, dan semoga untuk kedepanya para pelaku pemain mesin ATM tidak berani lagi melakukan aksinya didaerah Wilkum Polsek Biru," ujar korban. (BD)
Share:
Komentar

Berita Terkini