Main Sepak Bola Berujung Petaka, Gipsah Babak Belur Dihajar Teman Satu Sekolah

Editor: Irvan author photo
Kondisi mata korban diperban saat berada di Polsek Delitua.
DETEKSI.co - Delitua, Akibat laga kaki dan terjatuh saat bermain bola kaki di Sekolah Singosari, Gipsah (18), dikeroyok oleh seorang pelajar berinisial Niko (18) bersama  temanya yang belum diketahui identitasnya. Atas kejadian itu, Gipsah mengalami pecah dibagian pelipis mata kiri dan merasa sakit dibagian tubuhnya, Sabtu (21/7/2019), siang sekira 11.30 WIB.

Informasi yang diperoleh, Senin (22/7/2019), kejadian itu bermula pihak sekolah mengadakan acara ulang tahun di sekolah yang berada di Jalan Besar Delitua, Kelurahan Delitua, Kecamatan Delitua. Dalam kegiatan itu para murid sekolah Singosari melakukan berbagai kegiatan seperti hiburan musik, diskusi dan bermain bola. Dalam kegiatan itu, pihak sekolah menyuruh para murid untuk membawa/mengajak orangtuanya dalam kegiatan itu.

SementaraGipsah yang tinggal  bersebrangan dengan sekolah, saat acara bersama 5 orang temanya memilih bermain bola kaki dengan melawan grup Niko, dilapangan sekolah. Saat dalam permainan Niko dan Gipsah sama-sama berebut bola yang akhirnya Niko terjatuh. Karena setiap permainan sepak bola pasti ada yang cidera, Gipsah pun tetap meneruskan permainanan tanpa menghiraukan Niko.

Niko yang tidak terima dirinya terjatuh, melakukan penyerangan terhadap Gipsah disaat Gipsah membelakanginya, Niko pun akhirnya terjatuh. Merasa tidak senang, Niko bersama-temanya langsung melakukan penyerangan terhadap Gipsah. Melihat Gipsah dikereyok tanpa perlawanan, teman-temannya pun langsung memisahnya.  

Kakak korban yang mendengar adeknya dikeroyok, langsung mendatanginya. Begitu melihat adeknya berdarah, kakak korbanpun menegur para pelaku. Ibu Niko yang juga hadir di acara sekolah tersebut dan melihat anaknya ditegur kakak korban, langsung mendatanginya. Namun kedatangan ibu Niko bukan menegur putranya malah memarahi kakak korban dan nyaris saja memukul kakak korban.

Kakak korban yang tidak mau ribut, memilih membawa adeknya berobat ke Rumah Sakit dan melaporkan kejadian itu ke Polisi.

"Sebelumnya saya tidak ada permasalahan sama para pelaku dan kami sama kelas 3 SMA. Saya rasa karena dia jatuh lalu tidak senang dan mengeroyok saya. Sementara temanya Niko yang ikut mengeroyok, bukan dari sekolah kami dan saya tidak tahu dinama sekolahnya dan alamatnya," jelas korban saat di Polsek Delitua.

Sementara Albert (16) teman korban mengaku, sangat terkejut melihat Niko tiba-tiba emosi dan mengeroyok korban.

"Kami main bola, hanya main-main biasa, tapi Niko bermain sangat rusuh, seperti mau cari masalah, semua mau diembat dia, dan ketika dia jatuh, dia pula yang nggak terima," ujar Albert.

Kakak korban berharap saat di Polsek Delitua, supaya pelaku ditangkap guna memberikan efek jera supaya tidak semena - mena memukul orang. Dan juga membuktikan kepada orang tua Niko, yang telah mengatakan kalau anaknya tidak bisa ditangkap karena mereka diduga memilik deking. (BD)
Share:
Komentar

Berita Terkini