Oknum Guru di Kabupaten Nias Utara Diduga Peras Anak Didiknya

Editor: Irvan author photo

DETEKSI.co - Nias Utara, Dunia Pendidikan di Sumatera Utara khususnya di Nias Utara, kembali tercoreng, pasalnya, seorang oknum Guru di SMP Negeri 1 Sitolo Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara diduga telah melakukan penipuan terhadap anak didiknya.

Diketahui, oknum Guru menghasut muridnya yang berinisial JLNG. Aksi penipuan itu dilakukan terhadap JLNG yang masih duduk di kelas satu SMP.

Modus onknum Guru mata uang itu meminta uang kepada orang tua korban melalui para siswa dan siswi. Namun dia juga memeeintahkan sang murit untuk membuka mulut jepada masing - masing orang tuanya.

Menindaklanjuti kejadian ini, beberapa Wartawan dan LSM, mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nias Utara, pada Jumat (26/7/2019) untuk menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan kasus dimaksud.

Kepala BKD Toloni Waruwu SH kepada Wartawan dan LSM diruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terkait masalah ini, dimana sebelumnya telah ada surat Bupati Nias Utara Nomer : 700/25/KASUS-REK/ITDAKAB/2019, tertanggal (03/01/2019)) terkait kasus yang diduga dan terindikasi melanggar sanksi pidana dan sanksi administratif yang diduga dilakukan oleh oknum Guru berinisial (AZ) di SMP N. 1 Sitolu Ori, atas indikasi penipuan dan hasutan kepada JLNG (korban) yang merupakan anak didik oknum pelaku yang masih anak dibawah umur, untuk mendapatkan sejumlah uang kepada orang tua korban secara tersembunyi.

"Kasus ini sedang kita proses dan sedang melakukan pemeriksaan, dimana telah memanggil pihak oknum pelaku maupun korban untuk meminta keterangan/ klarifikasi. Perlu diketahui, pemeriksaan yang kita lakukan sebatas kewenangan BKD, apabila ditemukan unsur pidananya maka kita akan limpahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut," ucap Toloni Waruwu.

Ditempat terpisah, MZ (orang tua korban) kepada Wartawan mengatakan, sebelumnya sudah beberapa kali dilaporkan kepada AZ dan kepada Kepala Sekolah secara kekeluargaan namun, tidak dihiraukan, bahkan surat inspektorat Nias utara pun terkesan diabaikan.
MZ membeberkan bahwa AZ (oknum guru) sudah berkali kali meminjam uang kepada JLNG (siswanya) secara bertahap dan menghasut untuk mengambil uang dari orang tuanya tanpa diberitahu kepada siapapun dan tanpa dikembalikan.

Karena tidak ada pembayaran, maka diiming-iming menjadi Ketua OSIS di Sekolah itu, namun belum pernah terjadi.
Hingga saat ini uang yang dipinjam oknum Guru itu kepada JLNG (korban) yang jumlahnya sekitar 8 (delapan) jutaan belum juga dikembalikan, hanya diberikan sebuah Hand Pone yang murah kepada JLNG, tutur MZ.

Pantauan DETEKSI.co dan beberapa insan Pers lainnya beserta LSM, terlihat MZ bersama anaknya JLNG memasuki kantor BKD Nisut sekitar pukul 13.30 WIB, dan keluar sekitar pukul 17.30 WIB.

Menanggapi kasus ini, Febeanus Zalukhu sebagai Ketua DPD GEMANTARA RAYA Kepulauan Nias, kepada DETEKSI.co di Lotu, Kamis (26/7/2019), mengatakan seorang guru sesungguhnya memberikan contoh yang baik di tengah tengah masayarakat dan terkhusus kepada siswa -siswinya.

"Kasus ini perlu diusut sangga diss" kepada pihak penegak hukum untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran. Apabila Oknum Guru tersebut terbukti benar telah melakukan hal yang dituduhkan kepadanya, berikanlah hukuman yang setimpal dengan perbuatannya karena telah merusak moral generasi pengurus Bangsa," tegas Febeanus. (F. Lahagu)
Share:
Komentar

Berita Terkini