Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan: Minta Walikota Batalkan Rencana Pengosongan Warkop Elizabeth

Editor: Irvan author photo


Sekretaris Komisi C DPRD kota Medan Dame Dumasari Hutagalung.
DETEKSI.co – Medan, Adanya rencana Satpol PP kota Medan akan menggusur warung kopi (Warkop) Elizabeth yang berdiri sudah sejak lama dan menjadi salah satu icon kota Medan yang namanya Warkop Elizabeth berada di jalan Samanhudi Medan ditanggapi serius oleh Sekretaris Komisi C DPRD kota Medan Dame Dumasari Hutagalung, Rabu (31/7/2019).

Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Dame merasa keberatan atas rencana penggusuran yang akan dilakukan pihak Satpol PP Kota Medan terhadap pedagang warkop Elizabeth Jalan H Misbah Medan besok pada hari Kamis, 1 Agustus 2019. 

“Duma meminta agar Walikota Medan Dzulmi Eldin, membatalkan rencana pengosongan lokasi oleh Satpol PP Kota Medan terhadap pedagang warkop Elizabeth Medan dengan alasan penataan kota (zona merah)”. 

Dijelaskannya, keberadaan warkop Elizabeth sudah banyak membantu perekonomian rakyat kecil ditengah sulitnya lapangan pekerjaan. Seharusnya Pemko Medan melakukan pembinaan dan pemberdayaan bagi pedagang kecil bukan malah sebaliknya melakukan penggusuran.

Seharusnya, Pemko Medan melakukan pendekatan kepada para pedagang dan mencari tahu apa keinginan pedagang. Tetapi saat ini, hal itu tidak dilakukan sehingga meresahkan pedagang karena tidak ada solusi yang dilakukan dan penampungan terhadap pedagang  yang sudah puluhan tahun menekuni usahanya.

Ditambahkannya lagi, Warkop Elizaebeth sudah menjadi icon tongkorongan dan destinasi kuliner Kota Medan sekaligus membantu masyarakat dan keluarga pasien RS Elizabet ketika lapar dan dahaga bisa menikmati makan dengan harga yang murah dan terjangkau.

Duma juga berencana besok pagi, Kamis (1/8/2019) akan berkunjung ke Warkop Elizabeth untuk mendengarkan langsung keluhan pedagang seputar rencana pengosongan lokasi yang akan dilakukan Satpol PP Kota Medan terhadap pedagang warkop Elizabeth Medan. 

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat ASP Harahap saat ditemui wartawan dari berbagai puluhan media  di ruang kerjanya mengaku, sudah lama merencanakan melakukan penggusuran dan sudah melakukan rapat di Kantor Bappeda Medan. Alasan penggusuran, karena Jalan H Misbah masuk dalam zona merah atau tidak boleh pedagang yang berjualan.

Rahmat menambahkan, pedagang seharusnya bermohon dan meminta masukan kepada Pemko Medan dalam rangka pengembangan usahanya mereka sehingga dapat berjalan dengan lancar.
Pertemuan yang berlangsung sangat alot itu, berbagai alasan dikemukakan oleh Sekretaris Satpl PP itu seperti menghambat mobil ambulance masuk  tidak dapat diterima karena penggusuran dinilai pilih kasih dan titipan dari pejabat tertentu dan pimpinan RS Elizabeth. 

Begitupun, Rahmat mempertimbangkan dan berjanji akan menyampaikan hal yang sebenarnya kepada atasannya. Menanggapi pernyataan Sekretrais Satpol PP itu salah seorang dari puluhan Media yang datang ke Kantor Satpol PP menegaskan, jika penggusuran tetap juga dipaksakan maka harus dilakukan secara keseluruhan dan tidak tebang pilih berdasarkan pesanan.

Pasalnya banyak lokasi pedagang kaki lima di Medan yang melanggar peraturan seperti berjualan diatas trotoar seperti warkop di Jalan Sudirman, warkop depan Kantor Gubsu, lokasi depan Hotel Tiara tepatnya depan Brastagi Buah yang lokasi parkirnya di atas trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki dan lokasi pedagang pasar Akik yang menyalah dan pedagangnya ke luar.

“Kita tidak akan tinggal diam dan membuka satu persatu kelemahan Satpol PP Kota Medan yang dinilai pilih kasih dalam menegakkan Perda di Kota ini. Sampai Pusat (Jakarta-red)  serta kementerian  kita akan laporkan terkait penggusuran yang terkesan ,” tegas salah seorang wartawan senior yang ikut dalam pertemuan di Kantor Satpol PP Medan itu. (Dc/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini