Temuan PMB : Pihak Kontraktor Proyek BORR Abaikan Keselamatan Pekerja

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Bogor, Mengingat terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Tol Lingkar Luar Bogor (BORR) tahap 3 pada Rabu 10 Juli 2019 lalu yang menelan korban luka sebanyak 2 orang, Pergerakan Mahasiswa Bogor (PMB) melakukan advokasi dengan mencari sumber informasi dan temuan data di lapangan.

"Berdasarkan data temuan di lapangan pada proyek BORR tahap 3, kami sangat menyayangkan sistem keselamatan pada pekerja di lapangan, dan sistem keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan," ungkap Ketua PMB Aldi kepada Senin (29/7/2019).

"Ya kami menemukan fakta hasil advokasi kami di lapangan bahwa setelah kejadian kecelakaan kerja pada 10 Juli 2019 lalu, kami temukan ada sistem keselamatan kerja yang diabaikan oleh pihak kontraktor yaitu PT. PP, dimana sistem safety pada pekerja sangat minim, mulai dari sepatu safety, kaca pelindung mata, dan body harness yang tidak dikunci pada scaffolding pada saat posisi pekerja sedang berada di ketinggian," terang Aldi.

Menurut Aldi, bukan hanya keselamatan pada pekerja saja yang terabaikan, tetapi keselamatan pengguna jalan pun terabaikan. "Karena hasil temuan kami di lokasi pengerjaan proyek masih banyak tiang-tiang penyangga beton yang belum memakai jaring sehingga sangat memungkinkan jika ada material yang jatuh bisa langsung terkena pengguna jalan," katanya

"Kami juga menyayangkan kepada pihak PT. Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku pemegang proyek pembangunan jalan Tol BORR tidak tegas kepada pihak kontraktor, karena masih banyak kelalaian yang dapat memakan korban," kata Aldi.

Lebih lanjut Aldi mengatakan, pihaknya juga akan segera melaporkan temuan dan data hasil advokasi di lapangan kepada Ombudsman RI, Kejaksaan Tinggi, Komite Keselamatan Konstruksi, dan Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker), agar ada tindakan yang tegas kepada para pemegang proyek yang mengabaikan keselamatan kerja.

"Karena kami anggap perusahaan pemegang proyek dan perusahaan kontraktor sudah melanggar keselamatan dan kesehatan kerja, UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (hukum keselamatan kerja). Dan kami juga akan terus mengawal terus kasus temuan ini yang akan didampingi oleh kuasa hukum kami," pungkas Aldi. (Erik)
Share:
Komentar

Berita Terkini