Bibir Siti Pecah Ditinju, Pelaku Bebas Melengang

Editor: Irvan author photo
Korban. 
DETEKSI.co - Medan, Laporan penganiayaan yang dialami korban Siti Khairani alias Nonik (51) warga Medan - Kisaran Lingkungan III, Desa Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara masih menunggu jelasan yang tak pasti dari pihak kepolisian Polsek Percut Sei Tuan.

Diketahui, kasus penganiayaan terhadap ibu yang kini berusia setengah abad itu berawal pada Kamis (1/8/2019) lalu, sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu korban hendak memasang sumur bor di rumahnya yang berada Jalan Perjuangan No.13, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, lalu korban menyuruh tukang sumur bor untuk membuat sumur bor. Namu, pada saat tukang sumur bor akan mencari lokasi tanah yang akan dibor.

Saat itu sedang menemani tukang sumur bor yang sedang melakukan pengeboran, pada saat korban berdiri dekat rumah, tiba-tiba korban di datangi oleh pelaku Armansyah yang merupakan tetangga korban. "Begitu pelaku mendatangi saya, dia (pelaku) langsung mendorong saya dan saya pun langsung mundur dari pelaku, Setelah itu, pelaku memukul dinding rumah saya yang terbuat dari GRC (sejenis gypsum) hingga jebol," ungkap korban.

Tidak sampai disitu, pelaku juga memukul bibir korban hingga pecah. Tak terima ditelah menjadi korban penganiayaan, kemudian korban mendatanggi Polsek Percut Sei Tuan guna membuat laporan pengaduan dengan nomor STTLP/2036/VIII/SPKT Percut.

Sebelum kejadian, korban bertanya kepada pelaku, "dasar apa kamu keberatan, saya lah yang menyuruh tukang sumur bor ini. Karena kamu sudah tidak lagi mengijinkan air mengalir dirumah ini, padahal saya lancar membayar uang air setiap bulannya melalui ibu Anissa sebesar Rp.200ribu," ujar korban kepada pelaku.

Usai meninju bibir korban hingga pecah, bukannya malah minta maaf kepada korban, pelaku malah menantang korban untuk melaporkannya ke pihak Kepolisian. "Saya tidak takut sama polisi. Silahkan kau lapor Polisi mana pun, " tantang pelaku kepada korban.

Atas kejadian itu korban merasa ketakutan karena pelaku belum juga ditangkap, "jujur saya trauma dan dihantui ketakutan karena dia (pelaku) masih berkeliaran. Saya juga heran, saya sudah di minta keterang (BAP),visum sudah diserahkan ke Polisi dan dua orang saksi juga sudah di BAP, namun kenapa pelaku tidak juga ditangkap, " keluh korban kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Subroto ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya mengatakan akan segera meindak lanjuti laporan korban. "Saya masih ada tamu, nanti saya perintahkan Kanit untuk segera menindak lajuti laporan korban, " ujar Kompol Subroto. (Dc/ Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini