Bupati Nias Barat Terima Kunjungan Tim Peninjau Advokasi Gizi Buruk dan Perlindungan Anak dari Kementerian PP & PA

Editor: DETEKSI.co author photo
DETEKSI.co - Nias Barat, Bupati Nias Barat Bapak FADUHUSI DAELY, S.Pd "terima" kunjungan Tim Peninjauan Advokat Gizi Buruk dan Anak-anak terlantar oleh Kementrian Perlindungan Anak RI; bertempat Ruang Kerja Bupati Nias Barat; Senin, 20/08/2019.

Diawali dengan sambutan mewakili Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) RI Ibu Anita Putri Bungsu, S.Si / Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Kesejahteraan pada Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak RI; menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan Tim Peninjauan Advokat Gizi Buruk dan Anak-anak terlantar adalah bermaksud untuk memberikan penguatan-penguatan kepada Pemerintah Daerah terkait penanganan Gizi Buruk atau stunting anak dan Ibu hamil.

Koordinator Tim dari Kementrian Perlindungan Anak RI ini lebih lanjut memaparkan hal-hal pokok tupoksi yang lebih kepada jalur koordinasi dengan Dinas Kesehatan Daerah dalam penanganan masalah anak. Stunting seperti kasus Sitifani Waruwu telah memanggil kita untuk lebih fokus dalam menyikapi persoalan sehingga butuh sosialisasi penanganan masalah stunting bagi anak.

Saat ini Kementerian Perlindungan Anak RI telah melakukan sosialisasi maslaah kesehatan anak ditingkat provinsi dan akan melanjutkan ditingkat daerah seiring dengan hal ini telah menjadi issue nasional, ujar Puput.

Kampung anak sejahtera yg selalu kita edukasi tentang PMT edukasi kepada Ibu dalam menjaga kehamilan, proses pendampingan selama enam bulan dan pendampingan dilakukan sejak kehamilan hingga 1000 hari pertama. Program KPPA juga mengembangkan industri rumah dalam kaitannya dengan pembangunan skill atau kerajinan tangan ibu-ibu,ibu rumah tangga serta pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga. Pembentukan Forum Anak sangat bagus sebagai sarana dalam penanganan masalah kesehatan anak.

Ditambahkan Alpius Sarumana bagian verifikasi dari Kemenkumham RI terkait Pembentukan Kota layak Anak/Kabupaten Layak Anak yang dapat dikerjasamakan dengan daerah-daerah yang dinilai sesuai dan tepat untuk itu serta sudah memenuhi 24 indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).

Arahan Bupati Nias Barat Bapak FADUHUSI DAELY, S.Pd yang sangat mengapresiasi sekaligus berterimakasih atas kedatangan Tim dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI.

Inilah Pemkab. Nias Barat langsung sahutin hal2 yang menyangkut masyarakat, masalah Sitifani Waruwu merupakan masalah bersama yang harus ditangani oleh Pemerintah Daerah, tentu harapan kami dari Pemda bahwa ada dukungan dari Kementrian PP & PA terhadap penanganan hal-hal semacam ini.

Lebihlanjut disampaikan Bupati "Pulau Nias ini merupakan daerah terpencil dan masuk dalam kategori 3T, kalau selama ini perhatian Kementrian PP & PA di Jawa melulu, kami berharap agar kedepan Pulau Nias ini diperhatikan juga", tandas Bupati.

Sejarah akan mencatat bahwa kedatangan Ibu Puput (Kabid. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementrian PP & PA) membawa cahaya baru bagi Kabupaten Nias Barat. Kampung Anak menjadi skala prioritas pemerintah daerah dan kiranya juga  menjadi perhatikan Kementrian PP & PA; artinya apa yang bisa difaslitasi untuk Nias Barat kami sangat mengharapkan sentuhan dan dukungan baik dalam sisi penguatan (edukasi) juga dalam pembiayaan berbagai kegiatan kedepan, harap Bupati.

Kasus Sitifani Waruwu hanya sebuah contoh terhadap Sitifani-2 lain di luar sana. Dan Pemkab. Nias Barat sudah berkomitmen terkait maslaah ini bahkan Sitifani Waruwu ini telah saya perintahkan Dinas Kesehatan agar untuk sementara tidak boleh dikembalikan kepada keluarga karena akan beda penanganan nanti tetapi dirawat terus hingga benar-benar pulih dan sehat sebagaimana layaknya anak-anak yang lain.

Sekali lagi terimakasih banyak kehadiran Ibu Puput dari Kementrian Pemberdayaan Peremupan dan Perlindungan Anak RI semoga menjadi berkat bagi kita bersama.  Selanjutnya Bupati menyerahkan tanda kenang2an berupa Plakat Kabupaten Nias Barat. (Utema Gulo)
Share:
Komentar

Berita Terkini